Kamis, 31 Maret 2011

"Lobi Israel Setir Sikap Pilih-Pilih AS"

BEIRUT  – Para pendukung Israel di Amerika Serikat mendikte pemerintahan AS dan menentukan gerakan kebebasan yang mana yang harus didukung dan yang mana yang harus diabaikan, kata seorang analis politik.
"Lobi Israel di Amerika jelas berbicara kepada Washington dan menyetir keputusan (pemerintah), populasi mana yang perlu mendapatkan intervensi internasional dan yang mana yang tidak, juga yang mana yang akan mereka abaikan," kata Sarah Marusek dalam wawancara dengan Press TV, Selasa (29/3) waktu setempat.
Marusek menandaskan, jika sikap AS terhadap Libya dibandingkan dengan yang terjadi di Bahrain dan Yaman, maka terlihat jelas adanya standar ganda.
"Amat menggelikan, intervensi macam ini dilakukan di Libya, tapi pada saat bersamaan bahkan tidak ada diskusi mengenai penindasan yang terjadi dan terus terjadi di Bahrain dan Yaman,"  kata Marusek.
Marusek juga menekankan bahwa Media Barat selalu berfokus pada al-Qaeda jika membahas mengenai Yaman dan mengabaikan unjuk rasa di jalanan untuk menuntut kebebasan dan peluang ekonomi yang lebih besar.
"Media tidak memberikan perhatian kepada Yaman dan selalu berfokus pada al-Qaeda, mengabaikan unjuk rasa di jalanan menuntut kebebasan, peluang ekonomi. Jadi, (penerapan) standar ganda amat tragis," kata Marusek.
"Tentu saja ada banyak standar ganda yang diterapkan di sini. Menurut saya ada penggabungan kepentingan dengan kekuasaan dan dengan kemungkinan demokrasi di Libya. Pada dasarnya, intervensi di Libya bukan hanya untuk menuruti kepentingan Amerika. Hal itu merupakan perpaduan dengan keinginan rakyat Libya untuk menyingkirkan Gaddafi. Jadi, sekali lagi hal itu bertentangan dan selalu akan bertentangan. Menurut saya, salah satu hal yang bisa dipetik dari pidato Obama kemarin adalah pengecualian oleh Amerika," kata Marusek.
Sebelumnya, Obama berpidato dan mengatakan, "Sejumlah negara mungkin bisa menutup mata terhadap kekerasan di negara lain, tapi tidak demikian dengan Amerika Serikat."
"Hal itu terjadi ketika rakyat Amerika seringkali merasa superior dan bisa menunjukkan kepada dunia bagaimana menjalani kehidupan mereka," kata Marusek.
Mengenai standar ganda, Marusek mengatakan, "Saya rasa hal itu amat meragukan dan jika ada apa pun yang memperlihatkan kontradiksi yang saya bicarakan, maka hal itu adalah intervensi kemanusiaan. Bukan hanya karena Amerika ingin memperlihatkan ketangguhan politik dan mengambil minyak Libya. Ada banyak hal dan saya rasa standar yang diterapkan amat dipolitisasi dan terkadang tidak dipikirkan masak-masak sehingga muncul pertentangan padasaat seperti ini pada saat ada krisis di berbagai front di Timur Tengah dengan musuh-musuh pemerintah Amerika."
Menurut Marusek, AS memilih-milih untuk campur tangan dalam konflik di luar negeri. "Jelas dipilih. Sayangnya, saya benci mengakui itu, tapi kriterianya harus tidak menyertakan Israel dan harus banyak bersangkutan dengan Iran. Tentu saja di Bahrain yang amat dikhawatirkan adalah gerakan unjuk rasa, sama seperti di Arab Saudi, khususnya yang berhubungan dengan Bahrain."
Marusek juga menyatakan bahwa Washington khawatir jika gerakan demokrasi di Bahrain pada akhirnya akan menguntungkan Iran.
"Saya tidak tahu keuntungan macam apa yang mereka anggap didapatkan Iran. Tentu saja akan ada peningkatan hubungan ekonomi dan kebudayaan, tapi mengapa mereka pikir akan terbentuk sebuah kekaisaran Persia, hal itu tak terpikir oleh saya," tambah Marusek.
"Tapi, memang seperti itu kekhawatirannya dan saya yakin bahwa lobi Israel di Amerika mendikte pemerintah dalam melakukan intervensi internasional. Itu adalah realitas yang amat menyedihkan," kata Marusek. (dn/pv) www.suaramedia.com

0 komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan pesan-pesan Anda untuk Kami


Baca Juga Situs JIhad dan informasi tambahan Republika Online.

I'dadun naas li tarhiibi qiyaamil khilafah

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | free samples without surveys