Rabu, 19 Januari 2011

Belajar dari Tumbangnya Rezim Sekuler Tunisia

Kejatuhan rezim diktator boneka Barat yang menerapkan kapitalisme tinggal menunggu waktu, perubahan ke arah tegaknya syariah dan Khilafah akan menjadi solusi di masa depan

Akhirnya rezim Tunisia Zine al-Abidine Ben Ali tumbang. Penguasa diktator yang telah memerintah selama 23 tahun, melarikan diri ke Saudi Arabia. Ben Ali dipaksa mundur karena gelombang unjuk rasa anti pemerintah. Kegagalan Ben Ali menyejahterakan rakyat ditambah pemerintahan yang represif selama ini membuat rezim ini tumbang. 

Ben Ali dikenal anti Islam, jilbab dilarang. Polisi akan menangkap wanita di jalan yang memakai jilbab . Aktifis yang memperjuangkan syariah dan Khilafah disiksa dan dijebloskan ke dalam bui . Ben Ali juga bernafsu merubah akar Islam Tunisia menjadi masyarakat liberal ala Perancis yang menjadi tuannya. 

Tak ayal, tumbangnya Ben Ali, menularkan rasa takut pada para diktator lain yang bertebaran di Timur Tengah dan Afrika. Salah seorang anggota Dewan Perdamaian dan Keamanan Uni Afrika, mengingatkan tumbangnya rezim Tunisia harus menjadi pelajaran bagi para diktator Afrika lainnya. Hal yang sama bisa terjadi pada mereka. 

Barat pun kelihatan galau melihat krisis Tunisia. Ben Ali yang selama ini menjadi penguasa komprador yang mendukung kepentingan penjajahan Barat akhirnya ditumbangkan oleh rakyatnya sendiri. Sesuatu yang sangat menakutkan bagi Barat. Sebab, selama ini keberadaan rezim-rezim pengkhianat yang menjadi boneka inilah yang menjaga eksistensi penjajahan mereka. 

wilMunculnya gelombang revolusi baru tak terduga oleh Barat. Seorang komentator di surat kabar the Washington Post menulis, ancaman terbesar Amerika di Timur Tengah bukanlah peperangan, melainkan adalah revolusi. Kemarahan publik atas korupsi, pengangguran dan kediktatoran terjadi di Mesir, Aljazair, dan banyak negara diayah itu.

Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari tumbangnya rezim diktator ini.  

Pertama, tidak ada kekuasaan diktator yang kekal. Kegagalan mengurus rakyat ditambah tindakan totaliter akan menuai kebencian rakyat. Sikap represif hanya bisa memperlambat tumbangnya rezim diktator, tapi tidak bisa menghentikannya. Kesabaran rakyat ada batasnya.

Kedua, krisis ekonomi dan politik yang terjadi di Tunisia, tidak lain karena penerapan sistem kapitalisme yang gagal. Sistem kapitalisme hanya mengguntungkan segelintir elite yang hidup bermewah-mewah dan memberikan keuntungan kepada perusahaan asing yang mengeruk kekayaan alam negeri-negeri Islam. Sementara rakyat hidup menderita. 

Ketiga, bersandar pada kekuatan asing penjajah sangatlah lemah.  Mereka hanya berpikir pragmatis menjamin kepentingan politik dan ekonomi penjajahan mereka. Bagi para penjajah, tidak ada kata setia untuk mempertahankan bonekanya. Kalau mereka menganggap tidak ada lagi manfaat mempertahankan bonekanya,  mencampakkan bahkan membunuh sahabat politik mereka  sendiri bukanlah masalah besar. 

Ben Ali yang setiap terhadap Perancis bahkan sampai tingkat taqdis (menghamba), toh ditolak mendarat di Perancis. Hal yang sama dialami Saddam Hussein yang menjadi kaki tangan Inggris di Irak, atau Syah Reza Pahlevi di Iran, Marcos di Filipina atau Soeharto di Indonesia. Nasib para diktator hampir semua berujung tragis, menderita dihujat rakyatnya dan dicampakkan sang tuan. 

Tumbangnya rezim diktator di negeri-negeri Islam tinggallah menunggu waktu. Kegagalan sistem kapitalisme yang mereka adopsi akan  mempercepat perubahan. Apalagi tuan-tuan besar penjajah mereka juga mengalami kondisi akut yang sama. Krisis ekonomi,politik dan sosial, bukan hanya terjadi pada negara boneka jajahan, tapi juga di pusat poros imperialis seperti Amerika Serikat dan Eropa. Rakyat akan berpaling dari mereka semua. 

Inilah kesempatan baik sekaligus tantangan bagi gerakan Islam. Harus ada tawaran yang jelas untuk mengganti rezim dan sistem kapitalisme yang gagal ini. Solusi yang wajib bertentangan 100 % dengan ideologi kapitalisme, tidak setengah-setengah, tidak kabur seperti demokrasi-islam atau sosialisme Islam.


Thoriqoh (metode) yang ditempuh tidak terkooptasi dengan sistem kufur seperti bergabung dengan pemerintah yang menerapkan sistem kufur. Rakyat pastilah menginginkan sistem , metode dan pengemban dakwah Islam yang tidak ternodai sedikitpun dengan sistem kufur. 

Solusi Islam berupa penegakan syariah Islam dan khilafah harus terus disosialisasikan di tengah-tengah umat sehingga muncul kesadaran umum umat  (al wa’yu al ‘ami) yang akan memengaruhi opini umum (ar ra’yu al ‘ami). 

Opini umum yang didasarkan kepada kesadaran inilah yang akan menggerakkan umat untuk menuntut perubahan. Bukan sekadar perubahan  rezim tapi juga sistem yang justru menjadi pangkal persoalan. Bukan sekadar emosi yang sifatnya sementara, tapi perubahan yang didasarkan kepada kesadaran mabdai’ (ideologis). Kesadaran bahwa ideologi kapitalismelah yang menjadi penyebab utama berbagai krisis di tengah masyarakat. 

Kesadaran imani bahwa hanya syariah dan khilafahlah yang akan menjadi solusi. Bukan sekadar karena membawa kemashlahatan. Namun yang terpenting kesadaran bahwa kewajiban menerapkan syariah Islam dan khilafah  merupakan konsekuensi keimanan. Inilah yang akan membawa perubahan yang jelas(wadih), terarah(maqshudah), dan sifatnya tetap (tsabit). 

Perubahan seperti ini haruslah menghindari cara-cara kekerasan yang menimbulkan pertumpahan darah. Karena itu mencari dukungan dari ahlunnusrah (para penolong) yang memiliki kekuatan politik dan senjata seperti militer dan kepolisian menjadi sangat penting. Dukungan dari ahlunnusrah akan menghindarkan dari gejolak  berdarah-darah, yang banyak mengorbankan rakyat. 

Perubahan seperti inilah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW ketika daulah Islam tegak di Madinah. Meskipun perubahan yang dibawa Rasulullah SAW sifatnya mendasar (asasiyah) dan menyeluruh (inqilabiyah), nyaris tak ada pertumbahan darah. Tidak lain lain karena ditopang oleh kesadaran masyarakat Madinah yang merindukan sistem yang baru yakni  Islam dan pemimpin baru Rasulullah SAW. 

Di samping itu, ahlunnushrah yaitu para pemimpin kabilah utama di Madinah –Aus dan Khazraj- juga telah memberikan dukungan dan bai’at mereka kepada sang pemimpin politik baru dengan dasar iman dan cinta .  Kalau ini terjadi, siapa yang bisa membendung perubahan ini? (farid wadjdi)

Sabtu, 15 Januari 2011

Masihkah Kau MencintaiKu???


(Sebuah Tulisan Yang Ku Persembahkan Untuk Semua Pria Yang Mengaku Muslim)


Lihatlah Aku disini...
Tidak.. Jangan Hanya kau lirik..
Lihatlah Aku..
Tidak, Jangan Hanya Simpatik..


Apa Yang Kau Nikmati didalam sini Bukanlah mimpi..
Yang Kau Lihat Bukan hanya sebuah Ilusi..
Lihatlah Kembali..


Wahai Kekasih Ku,..
Bukan Aku Tercipta dari Tulang Rusukmu??
Bukankah Aku Tercipta Untuk Kau Lindungi??
Bukan Untuk Kau Tangisi..
Tapi Mengapa...
Kepalan Tanganmu Yang diciptakan Lillah Lebih kuat dariku..
Tak Mampu Menjaga Kehormatan ini??
Bukankah Allah Memberikan Fisik, akal dan Kekuatan Lebih dari apa yang aku Punya..

Masihkah Kau Mencintaiku wahai Adam??
Akankah Kalian Lupa,
Bagaimana Para Khulafaur Rasyidin dengan Gagah Mempertaruhkan Nyawa demi Kehormatan Ku.
Tapi kini..
Apa yang terjadi..??
Kalian Lari..
Kalian Pergi..
Seakan Tak Mengenalku.
Bukankah Kita dilahirkan dari Rahim Yang sama..
Tapi Kenapa...Kenapa..
Kalian Sibuk dengan Urusan Kalian sendiri..

Lihatlah aku...
Tidak.. Jangan Hanya kau lirik..
Lihatlah Aku..
Tidak, Jangan Hanya Simpatik..
Aku..
Tak Butuh Dengan Hasil Pengemis Perdamaian.
Aku..
Tak Butuh dengan Bualan Kepedulian..
Yang Ku Butuhkan KAU..
Wahai Ikhwan..KAU..
Aku Menunggu Untuk Membai'atmu..
Bawalah Aku dan Aku Lainnya Ke Alam Nyata yang damai.
Damai Dengan Syariah dan Khilafah..

Masihkah Kau Mencintaiku..
Cintailah Aku, seperti Kau Mencintai Istri-istrimu,
Ibu-ibumu.. dan Anak-anak Perempuanmu..
Karena Kami Adalah Saudaramu..
Kami Adalah Tulang Rusukmu..


Maka Bacalah Surat dari Aku,
Yang Terkurung Dalam Kenistaan Sistem Sampah Ini.. 
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
 قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)
Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Rabb yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, Dan tiada seorangpun yang setara dengan-Nya.”(QS. Al-Ikhlas: 1-4)
AKU MEMILIH AYAT INI SEBAGAI MUKADIMMAH SURATKU..
KARENA SURAT INI MEMILIKI PENGARUH YANG SANGAT BESAR, BAGI SAYA DAN BAGI SAUDARA SEIMANKU.. 
DAN AL IKHLAS JUGA MEMBERIKAN KESAN YANG SANGAT INDAH PADA HATI SETIAP ORANG YG BERIMAN.. 
SAUDARAKU PARA MUJAHID FISABILILLAH.. 
ENTAH APA YG HARUS KUKATAKAN.. 
RAHIM-RAHIM KAMI DITUMBUHI JANIN-JANIN HASIL PERKOSAAN. 
YANG BERASAL DARI KETURUNAN KERA DAN BABI..
MEREKA JUGA MENODAI TUBUH-TUBUH KAMI YANG DISUCIKAN OLEH ALLAH,
DAN MELUDAHI KAMI..
DAN BERUSAHA MENCABUT KEYAKINAN KAMI TERHADAP ALQUR'AN, YANG TLAH KOKOH TERTANCAP DI DALAM JIWA KAMI..
ALLAH MAHA BESAR..
ALLAH MAHA BESAR..
APAKAH KALIAN TIDAK TAHU TENTANG KEADAAN KAMI???
BUKANKAH KAMI ADALAH SAUDARIMU??
SUNGGUH ALLAH AKAN MEMINTA PERTANGGUNG JAWABANMU (TENTANG SEMUA INI) ESOK, DIAKHIRAT NANTI...
DEMI ALLAH.. 
SEMENJAK KAMI BERADA DI PENJARA INI...
TIADA MALAM YANG DATANG..
KECUALI DATANGNYA PARA KERA DAN BABI-BABI ITU..
UNTUK MERENGGUT TUBUH KAMI DENGAN NAFSU YNG BEJAT..
SEDANGKAN KAMI MENJAGA KESUCIAN DIRI KAMI.
KARENA TAKUT KEPADA ALLAH..
DEMI ALLAH..
BANTULAH KAMI..
BUNUHLAH KAMI BERSAMA MEREKA..
HANCURKAN KAMI BERSAMA MEREKA..
JANGAN BIARKAN KAMI DISINI..
JANGAN BIARKAN KAMI DISINI UNTUK MENJADI KENIKMATAN BAGI MEREKA DENGAN MEMPERKOSA KAMI..
HANCURKAN KAMI DEMI KEMULIAAN ARSY ALLAH YANG MAHA TINGGI..
DEMI ALLAH BANTULAH KAMI..
PINDAHKANLAH SENJATA DAN TANK-TANK DAN PESAWAT TERBANG MEREKA,
ARAHKAN SENJATA KALIAN KEARAH KAMI..
AKU, FATIMAH, SAUDARI SEIMANMU..
MEREKA MEMPERKOSAKU DIDALAM SEHARI LEBIH DARI 9 KALI..
LEBIH DARI 9 KALI..!!!!!!!!!!!!!!!!!
APAKAH KALIAN FAHAM???!!!!!!!!!!!!!
BAYANGKAN SAUDARI KANDUNGMU YANG DIPERKOSA.. 

MENGAPA KAU TIDAK BISA MEMBAYANGKANNYA..!!!!!!!!!!!!!!!!!!
PADAHAL AKU ADALAH SAUDARIMU..??!!!!!!!!!!

DISINI BERSAMAKU ADA 13 WANITA YG BLM MENIKAH.
SEMUANYA TELAH DIPERKOSA SEBELUM MENIKAH..

MEREKA MELARANG KAMI SHOLAT..!!!
MEREKA MELARANG KAMI BERBUSANA,
APALAGI MENGENAKAN KERUDUNG..!!!
SEJENAK SETELAH AKU MENULIS SURAT INI..
ADA SALAH SEORANG DARI KAMI YANG BUNUH DIRI..
DIA TELAH DIPERKOSA DENGAN KEJAM DENGAN SEORANG TENTARA..
YANG MEMUKUL DADA DAN PAHANYA DENGAN KEJAM SETELAH DIA DIPERKOSA..
DAN MENYIKSANYA DENGAN KEJAM...

KEMUDIAN WANITA ITU MEMBENTUR-BENTURKAN KEPALANYA SENDIRI KE TEMBOK..
HINGGA MATI...
SEKARANG IA TELAH MENINGGAL.
AKU TAU, WALAU BUNUH DIRI ITU DILARANG DALAM ISLAM..
TAPI, AKU MEMAKLUMI KEPUTUSANNYA..
SAYA BERHARAP ALLAH MENGAMPUNINYA KARENA ALLAH MAHA PENGAMPUN..

WAHAI SAUDARAKU..
SAYA KATAKAN LAGI..
BERTAKWALAH KEPADA ALLAH..
DAN BUNUHLAH KAMI..
SEHINGGA KAMI MENDAPAT KETENANGAN..
OOHHH... MUTASHIM..
(FATIMAH)
JUM'AT 17 DESEMBER 2004..
SHOW THAT YOU LOVE ME..
BERJUANGLAH DEMI TEGAKNYA SYARIAH DAN KHILAFAH..
 
 Sebuah Karya Sederhana Yang Ku buat Untuk Menyadarkan Kaum Yang Allah Berikan Fisik, Akal, dan Kekuatan Yang Berlebih dari pada Wanita Punya...

(~Nasya Nazira Mumtaz~)



Jumat, 14 Januari 2011

Dukung Islam.. Justin Beiber di Boikot..??

New York - Andy Sullivan, pimpinan pekerja konstruksi Brooklyn  dan lawan vokal Park51, masjid yang diusulkan dibangun dekat lokasi Ground Zero, telah menemukan target baru: Justin Bieber. Dia menyerukan boikot atas Justin Bieber setelah sebuah wawancara dengan Tiger Beat, dimana Bieber menyebut kaum Muslim adalah sangat keren (super cool) dan mendukung pembangunan masjid di dekat Gorund Zero. 

Dalam sebuah wawancara dengan Beat Tiger, bintang pop muda yang pertama melejit melalui situs Youtube ini menekankan bahwa kebebasan agama adalah hal yang membuat Amerika besar. Ia menyebut mereka yang menentang Masjid termotivasi oleh kefanatikan.
"Muslim harus dibiarkan untuk membangun masjid mana saja mereka inginkan," kata penyanyi ini. "Datang dari Kanada, aku tidak terbiasa dengan tingkat intoleransi seperti yang sekarang ada (di Amerika), eh."

Astaghfirullah, Tajikistan Tutup Masjid & Larang Pemuda Ngaji..

Aksi anti-Islam tengah berlangsung di Tajikistan. Selama seminggu terakhir ini, Pemerintah Tajikistan menutup puluhan masjid di ibukota Dushanbe, yang hampir dari bangunan tersebut pada pertengahan abad lalu, seperti juga dilarang dalam pelajaran agama.
  The Sunni News melaporkan bahwa dalam beberapa hari terakhir ini telah terjadi penutupan beberapa masjid di berbagai daerah di ibukota Tajik, termasuk masjid komplek ‘Hayat Nu’ dan ‘Klinen’ dan ‘Akzal’ dan ‘Asbejk’ dan ‘Uhl’. Sementara bagi para imam masjid dan khatib yang tidak mematuhi seruan tersebut akan diancam dengan hukum berat dan akan dituntut ke pengadilan pemerintah.

Pejabat pemerintah Tajik mengklaim bahwa alasan penutupan masjid-masjid tersebut karena tidak terdaftar di lembaga pemerintah yang berwenang. Sementara para jama’ah berpendapat lain. Mereka mengaku telah melakukan berbagai upaya besar untuk mendaftarkan masjid di pemerintah. Namun kantor-kantor pemerintah tidak peduli dengan upaya mereka, bakan mereka selalu membuat-buat alasan yang tujuannya untuk menutup masjid.

The end of the glories of American rule..

Dunia berdiri di persimpangan. Banyak kesulitan. Banyak ketidakpastian. Namun, masa depan akan cerah, insya Allah. Tanda-tanda meredupnya era Amerika semakin tampak. Amerika melemah dan lelah. Jangkauan globalnya kehilangan pamor. Bahkan negeri seperti Korea Utara mampu menyulitkan bagi Amerika. Amerika tidak lagi mengontrol dunia sendirian. Ada Cina dan Rusia. Namun, ada tantangan yang lebih berat bagi Amerika, yaitu mempertahankan statusnya sebagai satu-satunya negara global di dunia.
Bandingkan posisi Amerika saat Perang Afgan sekarang dengan Perang Dunia II. Tidak pernah sebelumnya militer Amerika mendapatkan perlawanan sehebat ini. Tentara Amerika tersebar secara tipis, dari Asia Pasifik, Timur Tengah dan Asia Tengah. Pangkalan militernya tidak lagi disukai oleh penduduk setempat, bahkan oleh warga Jepang. Survei terakhir menunjukkan kebencian terhadap keberadaan pangkalan militer Amerika di Jepang.

Semangat militer Amerika juga menurun. Tentara yang ditugaskan tidak sedikit yang menolak; justru gembira menghadapi mahkamah militer. Dua tahun perang di Irak dan Afganistan menunjukkan menurunnya efektivitas militer negara adidaya itu. Setiap hari semakin banyak sekutu NATO yang meninggalkan Amerika. Bahkan ia tidak mampu menghentikan perlawanan Afganistan yang menggunakan amunisi tahun 70-an dan tidak pernah mendapatkan pelatihan militer pula. Perang ini sudah memakan waktu lebih lama dari kombinasi PD I, PD II dan Perang Vietnam sekaligus. Kalau saja tidak dibantu oleh Pakistan dan Iran, Amerika tentu sudah kalah sekarang. Panglima Amerika pun telah memohon kepada atasannya untuk berkompromi saja dengan Taliban.
Belum lama ini Amerika juga telah kalah di Somalia. Amerika pun gagal mempertahankan sekutunya Georgia dalam ‘Perang Ossetia Selatan’. Ekonominya bangkrut. Perang Irak telah menghabiskan 10% dari GDP (gross domestic product). Krisis telah menghancurkan industri keuangan. Pada September 2010, bank yang ke-300 telah jatuh. Perusahaan seperti Lehman Brothers telah bangkrut. Dari tahun 2007-2010, ekonomi Amerika telah kehilangan 16 triliun dolar. 

Rencana untuk membangkitkan kembali ekonominya gagal. Tiga pakar terkemuka penasihat ekonomi juga telah mengundurkan diri. Amerika kini tercatat mengalami tingkat pengangguran tertinggi dalam 45 tahun terakhir, yaitu sekitar 17%. Setiap bulan 650 ribu warga Amerika kehilangan pekerjaan; 48 negara bagian Amerika juga sudah bangkrut. Hutang perkapitanya di dunia termasuk tertinggi. Setiap warga Amerika memiliki hutang 13 kali lipat dibandingkan penghasilannya. Cerita sukses keberhasilan Amerika dalam menengahi konflik global dan menghasilkan kestabilan tidak lagi terdengar.

Kepemimpinan Amerika pun termasuk yang dibenci di dunia. Insiden ‘Sepatu untuk Bush’ menggambarkan sedikit kebencian itu. Malah Bush termasuk orang yang dianggap paling berbahaya di dunia, lebih berbahaya daripada Osama Bin Laden. Kepemimpinan Bush juga dikenal sebagai Terorisme No 1. Secara moral pun Amerika telah hancur, dengan tingkat insiden AIDS tertinggi, dan pendapatan terbanyak dari bisnis pornografi remaja! 

Amerika telah terjebak dalam perang yang tidak ada habisnya, yaitu ‘Perang Melawan Islam.’ Perlu dicatat, Amerika tidaklah memerangi militer resmi suatu negara, namun sekadar perlawanan milisi Taliban dan segelintir grup di Irak. Menariknya, Amerika adalah satu-satunya negara global yang tidak pernah menang dalam melawan kelompok non-negara, contohnya adalah dalam Perang Vietnam.

Namun, aspek kedua adalah perang yang dilancarkan Amerika bersifat ideologis. Amerika memerangi ideologi yang disandarkan pada ‘La ilaha illallâh Muhammadur Rasul’Allah’. Ini tercermin dari Bush yang menggunakan kata ‘crusade’ . Adapun Obama berusaha mengelabui umat Islam di dunia dengan mengatakan, “We are not at war against Islam (Kami tidak memerangi Islam).” 

Faktanya, ini adalah perang melawan waktu, sejarah dan Allah ‘Azza wa Jalla. Dengan kaca mata iman yang tajam, umat Islam menyaksikan pembantaian, pembunuhan berdarah dingin serta pelecehan kehormatan saudara-saudara muslim di Irak, Afganistan, Palestina, Pakistan, dan Kashmir secara sistematis oleh Amerika dan sekutunya. 

Umat juga melihat penguasanya seperti Erdogan, Husni Mubarok, Asif Ali Zardari, Susilo, Hamid Karzai, Maliki, Hasina, Khaleda, King Abdullah, Bashar al-Asad dan lainnya adalah boneka Amerika. Mereka menggunakan cara dan upaya untuk merendahkan kehormatan umat Islam. Tidak bisa dipungkiri bahwa umat menyaksikan pengkhianatan penguasa mereka ketika Irak dan Afganistan diserbu dan diduduki, ketika kerudung dilarang, ketika al-Quran dilecehkan, dibakar dan Rasulullah dihina kehormatannya. 

Semua kejadian ini memotivasi umat Islam untuk mencari perlindungan dari Amir al-Mu’minin di bawah panji Negara Islam, Khilafah. Maka dari itu, tantangan global yang kelak harus Amerika hadapi adalah umat Islam, saat ini lebih dari 81%1 menyokong dengan penuh kembalinya negara Islam Khilafah, yang dipimpin oleh Amir al-Mu’minun; sebagaimana dicontohkan oleh Abu Bakr (ra.), Umar Ibn al-Khaththab (ra.), Uthman Ibn Affan (ra.) dan Ali Ibn Abu Talib (ra.). 

Perlu dipertimbangkan secara serius bahwa Amerika sangat khawatir dan takut. Padahal umat Islam saat ini belum memiliki Khilafah dan hanya sebatas menyuarakan aspirasi politik mereka untuk menyatu di bawah Khilafah. Kekhawatiran Amerika ini tampak dari pernyataan bahwa Khilafah adalah faktor kebijakan luar negeri yang utama yang akan menimbulkan dampak buruk pada keamanan Amerika dan sekutunya.
Dalam wawancara dengan BBC Radio 4, pensiunan jenderal Richard Dannatt, yang juga penasihat perdana menteri Inggris David Cameron menyatakan, “Di sini ada agenda Islam, dan kalau ini didiamkan dan tidak segera ditumpas di Afganistan, atau Asia Selatan, maka pengaruhnya akan segera meluas. Agenda ini akan tumbuh dan ini poinnya, kita bisa melihat ia akan meluas dari Asia Selatan, Timur Tengah, hingga Afrika Utara, dan menancapkan kembali panji kejayaan Khilafah Islamiyah abad 14 dan 15.”

Dinamika Politik Internasional
Situasi internasional selalu bersifat dinamis dan berubah-ubah. Dinamika situasi internasional ini terbentuk dari interaksi antarnegara yang mampu berperan secara efektif. Dari banyak negara yang aktif bermain dalam kancah internasional, hanya segelintir negara yang mampu berperan secara efektif. Efektivitas suatu negara berbanding lurus dengan kekuatan yang dimiliki negara tersebut dan terukur dari berbagai faktor.
Karena situasi masing-masing negara berbeda, bergantung pada kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, maka relasi antarnegara pun bisa bervariasi. Perubahan relasi bisa terjadi karena pecahnya perang dimana negara yang terlibat menjadi lemah yang menyebabkan turunnya kemampuan dalam mempengaruhi negara lain. Dalam situasi seperti ini, negara lain akan mengambil kesempatan untuk menggantikan posisi negara yang terlemahkan. 

Di lain pihak, perubahan juga bisa terjadi di masa damai melalui proses perubahan peta kekuatan secara bertahap. Suatu negara bisa menjadi lemah dan negara lainnya bisa menguat. Namun demikian, peperangan adalah faktor pengubah yang paling efektif sebagaimana terjadi pada Austria, Jepang dan Jerman. Karena adanya variasi perubahan situasi dan kekuatan suatu negara maka situasi internasional pun berubah. Namun, perubahan ini tidak berlangsung cepat dan perlu waktu untuk mengubah situasi internasional. 

Menuju Kekuatan Adidaya Global Sejati

Dunia Barat memiliki pemahaman yang keliru tentang apa artinya menjadi negara aktif, negara berpengaruh, negara adidaya ataupun negara yang memimpin dunia. Karena itu, sebelum menjelaskan apa makna menjadi negara yang memimpin dunia, perlu meninjau dan membongkar kekeliruan pemahaman Barat terhadap hal ini. Contohnya, sejarahwan AJP Taylor (1954) mendefinisikan kekuatan adidaya sebagai “pembuktian keadidayaan suatu negara adalah kekuatannya dalam berperang.” Negara adidaya dipahami sebagai negara yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi percaturan global. Lebih jauh lagi, ia memiliki kekuatan ekonomi, militer, diplomasi dan budaya, yang menyebabkan negara-negara lain yang lebih lemah mengikuti pendapat negara adidaya sebelum melakukan aksinya. 

Demikian juga Knopf Organski (1958) mendefinisikan negara adidaya dalam hal kapasitas militer, ekonomi dan politiknya. Kenneth Waltz (1983), sang pendiri teori neo-realistik dari hubungan internasional, menggunakan kriteria dalam menentukan ciri negara adidaya: populasi dan wilayahnya, potensi sumberdayanya, kapasitas ekonomi, kestabilan politik dan kompetensinya serta kekuatan militernya. Pendeknya, semua itu bisa dirangkum dalam tiga ciri penting: kapasitas kekuatan, aspek wilayah, status.
Lebih jauh , Barat menggunakan istilah superpower, yang berarti suatu negara yang memiliki posisi dominan dalam skala internasional; saat ia mampu mengendalikan peristiwa dunia, mempertahankan kepen-tingannya, dan menunjukkan kekuatan yang serius untuk melindungi kepentingan-kepentingannya tersebut. Kekuatan adidaya yang mayor dipahami secara tradisional sebagai kekuatan setingkat di atas negara adidaya biasa. 

Lyman Miller, peneliti pada Hoover Institution dan dosen National Security Affairs di US Naval Postgraduate School di Monterey, California, dalam tulisannya berjudul, “”Bangkitnya Cina Adidaya Baru?” menegaskan bahwa “komponen dasar negeri adidaya bisa diukur dari 4 macam kekuatan (power) yaitu: militer, ekonomi, politik dan kultur (atau yang disebut oleh ahli politik Joseph Nye sebagai ‘soft power’). Dengan demikian, menurut kriteria Barat, untuk menjadi negeri adidaya diperlukan luas dan kendali teritorial, kekuatan ekonomi, kekuatan militer, kekuatan politik, dan diplomasi. 

Akan tetapi, pemahaman tentang keadidayaan ini salah dan terlihat kesan mentalitas penjajah yang lekat dengan dunia Barat. Hal ini karena, menurut pemahaman mereka, kriteria utama yang dimiliki negeri adidaya adalah kekuatan militer dan ekonomi. Ini diperkuat oleh fakta sejarah peperangan selama 230 tahun oleh Amerika dan Inggris, yang menjadi bukti mentalitas penjajah ini. 

Lebih jauh lagi, penjajahan ekonomi melalui tangan Bank Dunia, IMF dan perusahaan multinasional merupakan sarana penjajahan bagi Barat untuk menjamin kesejahteraan ekonomi mereka sendiri. Pemahaman mereka ini juga melupakan potensi manusia untuk memiliki moral dan pencerahan intelektual sehingga mampu disatukan dalam tujuan bersama yaitu kebaikan untuk, keadilan bagi, dan pandangan hidup yang mengayomi semua manusia, dan bukan sekadar untuk melayani penguasa mereka. 

Tidak heran ketika Kim Richard Nossal (1999) menegaskan bahwa negara harus ‘menduduki’ wilayah dalam skala benua dan memiliki kemampuan senjata nuklir. Sementara itu, Professor Paul Dukes mengatakan bahwa negara adidaya ‘harus mampu memiliki strategi global, termasuk menghancurkan dunia ini sendiri’. Jadi, keliru menggunakan istilah ‘superpower’ karena ia sudah dirasuki mentalitas penjajah.

Pemahaman yang benar tentang sumber kekuatan suatu negara tidak harus hanya bergantung pada kekuatan militer, tetapi juga pada kekuatan materi, intelektual dan moral; bila perlu, berkemampuan untuk mengendalikan kekuatan yang diperlukan meski berada di luar perbatasannya sendiri. Karena itu, kekuatan suatu negara terletak pada ideologi dan pesan umum yang ia emban dan ia sebarkan kepada dunia, termasuk kekuatan militer, ekonomi, dan ketajaman naluri diplomasi dan aksi politik. 

Kekuatan ideologi, militer dan ekonomi semuanya memiliki potensi untuk mencapai dan melindungi kepentingan negara, termasuk menunjukkan pamornya dalam kancah interaksi internasional. Ini semua bisa diterjemahkan dalam bentuk pengaruh politik yang kuat. Memang, tidak dipungkiri, bahwa militer masih merupakan simbol yang efektif bagi suatu negara. Akan tetapi, ini bergantung pada keputusan negara untuk menggunakan kekuatan militer ketika sudah tidak ada opsi lain dalam melindungi kepentingannya. 

Kepentingan negara dalam hal ini adalah ideologi yang diemban Negara seperti menumbuhkan atmosfir yang kondusif dalam penyebarluasan ideologinya. Kepentingan lainnya adalah bersifat moral, yakni negara berupaya menjaga pamor dan kehormatannya dalam situasi internasional; atau bisa berupa kepentingan materi seperti masalah yang terkait dengan keamanan seperti kedaulatan wilayah strategis, sumberdaya alam, dan pasar internasional untuk memasarkan produk industri dan pertanian ketika pasar domestik sudah tercukupi. 

Dalam masa damai, negara yang paling berpengaruh atau negara nomor satu di dunia adalah negara yang opininya menentukan arah perjalanan dunia. Dalam hal ini, negara di peringkat berikutnya memiliki status yang sama sebagaimana negara lainnya. Pengaruh yang dimiliki suatu negara terhadap situasi internasional bergantung pada kemampuannya dalam mempengaruhi negara nomor satu tersebut. 

Pengaruh negara lain terhadap negara nomor satu yang memimpin dunia berbanding lurus dengan kekuatan yang dimiliki negara tersebut, dan kemampuannya dalam mengendalikan negara nomor satu. Namun, tentu negara yang memimpin dunia tetap memiliki kendali terhadap politik internasional untuk kepentingannya sendiri. 

Ruang lingkup kepentingan suatu negara bergantung pada bentuk dan ukuran negara tersebut. Contohnya, kepentingan yang bersifat regional akan tetap terbatas secara regional dan tentu akan membatasi aktifitas politiknya yang akan bersifat regional juga. Sebaliknya, Negara Global mengendalikan semua kepentingannya di seluruh penjuru dunia dan memiliki kepedulian dan interaksi yang luas. Dengan demikian, seluruh wilayah dunia adalah panggung politik baginya. 

Namun, dari semua itu, kriteria yang terpenting untuk menentukan apakah suatu negara akan bangkit menjadi negara yang memimpin dunia atau yang paling aktif adalah ideologinya atau pesan universal yang dia emban. Penting untuk diingat bahwa prinsip ideologi yang diemban negara yang pernah atau sedang memimpin dunia adalah berbeda-beda. Perbedaan ideologi yang menuntun kebijakan negara tentu akan menghasilkan perbedaan dalam melaksanakan aktivitas militer, politik, dan ekonomi. 

Contohnya, imperium Inggris, negeri kecil yang luas wilayahnya hanya 1,4% dari dunia dan dengan populasinya yang kecil telah mengontrol semua benua tanpa ada satu bangsa pun yang bisa menantang superioritasnya sejak abad 19 hingga abad 20. Di lain pihak, Negara Khilafah yang berawal dari kota Madinah telah meluaskan wilayahnya dan mengatur separuh belahan dunia. Tentu ada perbedaan yang sangat menyolok dari dua contoh ini dan sejarahnya pun terekam dalam ingatan manusia. 

Wallahu a’lam bi ash-shawab. [] 

http://hizbut-tahrir.or.id/2011/01/13/
Catatan kaki:
1 Global public opinion survey by University of Maryland, 2009

Rabu, 12 Januari 2011

Mulai Dari Atheis Hingga Pejuang Khilafah IV...


Karyaku
(SEBUAH KISAH NYATA DAN INSPIRATIF DARI SEORANG SYABAB)
 ===============================================================
 Memasuki usia ke 20 hasrat untuk menikah pun kudapati kembali. Dengan gagah dan berani..(Cieelee..Ngomong apa ini coba??). Akupun Mendatangi mas  een untuk mengutarakan niat dan azzam ini.
“ Assalamua’alaikum mas,”
“Wa’alaikumsalam..”
“Mas, gue mau ngomong sesuatu boleh ga?”
“Mau Ngomong apaan emang?”
“mas,gue ngebet nikah ni..hehehe”
“Akhwat UIN itu lagi?? Kan lu da ditolak ama dia kemarin. Masih mau usaha lagi kah?”
“Bukan mas, saya juga tahu diri kok,lagian gue udah tak memikirkannya. Makanya saya kemari mau minta tolong ke lu,mas”
“Wah..Lu mau minta cariin istri ama yang masih single gi, Pie Lu…”
“Hahahaha,ya supaya memotivasi lu juga kali mas…”
“Heleh… ya sudah,emang bonyok setuju lu nikah?,Kan lu belom punya kerjaan gi? Usia juga baru 20 tahun, kuliah juga belum kelar?”
“ Nah, itu dia mas masalahnya. Gue gak punya nyali ngomong sama ortu dirumah. Lu kan tau mas, gimana pergaulan gue dulu. Setahun aja g pacaran buat gue udah kewalahan nahan mas..”
“Haduh… Ia..ia gue ngerti gi gimana pergaulan lu dulu. Okelah, nanti gue coba ngomong sama mas eko supaya lu dicariin istri, Bdw, CV lu ada kan?”
“CV..??? ada dong,gue  gak neko-neko kok mas,cukup bagi gue dia seorang syabah yang dapat membimbing anak-anakku seperti Imam syafi’I,ataupun ali. Tak Da kriteria lain.”
“kalo usia gi??”
“Terserah mas.. Tapi kalo bisa yang dibawahan gue dah, tapi kalo g punya stock,seusia Lu juga jadilah mas.. hehehe”
“Huuuhhh… Dasar, Yaudah,lu tunggu kabar dari gue Lanjutanya gimana. Okeh.”
“Seppz mas,gue tunggu”
================================================================
                Dua minggu berselang akupun dikabari oleh mas  een bahwa ada akhwat yang usianya masih 21 tahun yang siap menikah. Aku pun menyanggupinya dan bersedia untuk merajut Rumah tangga dengan gadis itu.
“Gi, Lu dah ngomong dengan ortu dirumah,mengenai niat lu ini??”
“Sudah mas,tapi itu dia mas,gue ga diberi izin.”
“gini ajah,besok malam gue main kerumah lu yah,biar gue bantuin shering ke ortu.”
“Wah.. jazakumulloh ya  mas,”
“Iya gi..”
=============================================================
  Aku dan mas  een pun mendatangi orang tua ku. Cukup lama berdialog dan terjadi Perdebatan antara kami akhirnya orang tuaku memberi izin aku untuk menikah diusia 20 tahun.
“Saya mengizinkan yugi untuk menikah, tapi saya tidak mau tau bagaimana kamu,yugi mendapatkan nafkah untuk anak dan istrimu kelak”
“Iya pa,Aku berjanji dengan nama ALLAH mengenai kesungguhanku.”
“Baiklah besok kita lamar gadis itu.”
“ Alhamdulillah…”
Hanya itu yang terucap dari bibirku. Besok malamnya pun aku dan keluargaku melamar seorang akhwat sholeha bernama Ayunda Rizky nazifah. Mulanya aku sangat khawatir dia tak menerimaku sebagai calon suaminya. Yah,aku memang sudah beberapa kali ditolak sama akhwat ideologis karena Stylistku sangat tidak ideologis, Bahkan aku Perokok berat,Bekas tindik Firlting Daging kupingku pun belum tumbuh sempurna,alias kupingku bolong karena tindik firlting, Ditambah Lagi Tato di bagian Tubuhku. Apalagi stylistku yang biasa menggunakan T-Shirt Bergambar aneh dipadukan dengan jeans dan sepatu ala anak Punk kebanyakan..
Malam Hari Yang Kutunggu Akhirnya Tiba Juga.. Astaghfirullah.. Entah Kenapa rasa Khawatir untuk ditolak kesekian kalinya Menghantui Semangat Ini..” Maju Yugi… Restu orang tua sudah Kau Dapati.. Apapun Keputusan Akhwat Tersebut, pasti Yang terbaik Bagimu.. Semangat… Bismillah..!!!!! Aku pun maju dengan gagah kehadapan Orang tua dari Akhwat Tersebut.

Kedatangan ku malam itu disambut dengan senyum Indah dari wanita yang kuharapkan Bisa Menerima segala Kekuranganku. Subhanallah… Indah sekali senyum itu..
Kuharap ya Robb kelak senyum itu yang menemani dan menyambut kesulitanku dalam mengemban dakwah dn amanah lainnya..

Selang 10 Menit berada di ruang tamu rumah akhwat tersebut, keringat dingin yang tak henti-henti tercurah di dahi dan seluruh tubuh ini  membuatku khawatir kalo Yunda akan masuk dalam daftar akhwat yang nomor kesekian menolak ku.

Tiba-tiba ditengah kebimbangan. Mas Een datang menyampiri ku..
“Ekhhem.. Gi.. kaegnya gue bakal dilangkahin ni..”
Aku hanya menjawabnya dengan simple yaitu tawa saja..”hehehe”
“Wah.. Keringt dingin kah gi, tangan lu juga dingin banget, kaeg mayat hidup lu..” canda mas  een.
“Mas.. aku khawatir sekali ditolak oleh mba Yunda..”
“Insya Allah gi,kalo jodoh mah tidak kemana. Betull..!!!!”
“Iyaa mas..”
“Mari Kita mulai,orang tua Yunda sudah dating bersama dengan Bidadari yang akan kau sunting..”
“Hehehe.. Iya mas, Bismillah…”

                Aku Mempercayakan mas  een sebagai moderator dalam acara lamaran tersebut,Menawan…
Mas een dengan lantang dan hormat menyampaikan hadits dan maksud dari kedatangan aku dan keluargaku. Selang 30 menit tibalah saatnya Yunda menjawab acara KHITBAH tersebut.

“ Kalo kami sebagai orang tua dari Yunda hanya menyerahkan masa depan anak kami ini kepada dirinya, bagaimana yunda??” Tanya Orang tua dari akhwat tersebut.

“ Saya.. juga bukanlah wanita sempurna.. maka, saya juga tak layak menuntut kesempurnaan pada seorang hamba yang selalu taat kepada Aturan Lillahnya.. Saya, Ingin seperti Khadijah yang selalu menemani Rasulullah hingga Akhir hayatnya,menjadi Aisyah yang selalu mendukung Segala aktifitas Rasulullah, menjadi Fatimah yang selalu menanti Ali, atau menjadi Muthi’ah yang selalu patuh kepada Suaminya.. maka, sayapun ingin suami saya kelak mampu membimbing saya menjadi wanita Bidadari dunia itu. Tidak ada alasan apapun saya menolak akhi Yugi menjadi sesosok Rasulullah, Ali ataupun suaminya Muthi’ah, karena saya Yakin, dia sangat faham aktivitas saya sebagai seorang aktivis dakwah yang menginginkan kemuliaan Tegak dengan Islam di Bumi Allah ini..”

“Subhanallah… Tak terasa Tiba-tiba air mata ini menetes seketika mendengar ucapan yang indah terangkai dari mulut wanita yang akan menemani aktivitas dan hari-hariku nanti”( Ucapku dalam hati)
“ Alhamdulillah Lamaran telah diterima, maka dengan ini yugi dan Ayunda boleh Berinterksi sesuai Syariah, Hanya membicarakan sebatas persiapan Pernikahan saja” Akhir kata Mas een.
“Alhamdulillah…” hanya itu yang terucap dari mulutku..

Yang  3 Bulan aku Proses dengan Ayunda, Pada Bulan Februari 2008 Aku Menikah dengan Ayunda, Bidadari yang akan menemani hari-hari dakwah dan Aktivitasku. Walau kerjaanku kala itu hanya sebatas usaha Advertising dan sablon dengan teman-teman lainnya tapi Yunda selalu merasa cukup tak berkekurangan.

Walau ku akui kala itu aku tak mampu melanjutkan kuliah istriku, Namun dia dengan Ikhlas melepaskan gelar S1 tak sampainya dengan menjadi istri soleha dan Bidadari dunia dan akhiratku.
Bulan november 2009 Aku mendapat Rizky dari Allah Berupa Mujahid Tampan Yang Kunamakan Shalahuddin Al Farizy. Bulan November 2010 aku mendapati kado lagi dari Allah, berupa kehamilan kedua .. Segala Kesulitan didalam berumah tangga kerap kualami. Namun itulah hidup, apalagi disistem Kapitalis ini, Namun Alhmdulillah, aku kerap dilimpahkan kemudahan dalam menjalaninya.

Sekianlah cerita ini saya selesaikan. Terima kasih buat teman-teman yang memberikan dan besedia membaca cerita ini. Maaf nama tokoh dicerita ini harus saya kaburkan. Karena itu adalah pesan beliau yang tak mau identitas dan segala aktivitasnya di ekspose takut kalo Riya.Dengan sedikit Perubahan maka terbuatlah tulisan ini..
Do’akan istri Beliau sebentar lagi melahirkan anak kedua mereka. Dan mohon juga do’anya beliau sedang mengerjakan skripsi untuk memenuhi Final Pendidikan Strata 1 nya di Sistem Informatika…
Semoga Bermanfaat……
======================THE END =========================

Sabtu, 08 Januari 2011

Agar Perbedaan Menjadi Rahmat

Sejak masa awal-awal Islam, kaum Muslim sudah terbiasa dengan perbedaan pendapat. Di masa Nabi SAW, misalnya, para sahabat kadang-kadang berbeda pendapat dalam menginterpretasikan sabda Nabi SAW. Imam Bukhari dan Muslim mendokumentasi-kan perbedaan penafsiran para sahabat terhadap sabda Nabi SAW, "Janganlah kalian shalat Ashar, kecuali di Bani Quraidlah" (HR. Imam Bukhari dan Muslim). Di antara sahabat ada yang memutuskan untuk shalat di per-jalanan karena khawatir waktu Ashar segera habis, sedangkan yang lain berpendapat tidak akan shalat Ashar kecuali di Bani Quraidlah meskipun waktu Ashar sudah lewat. Nabi SAW tidak mencela salah satu di antara keduanya.

Minggu, 02 Januari 2011

Catatan Refleksi Sumpah Mahasiswa

PERJUANGAN BKLDK MENUJU KHILAFAH

Yang menyatukan Lembaga Dakwah Kampus Jaringan BKLDK di seluruh Indonesia adalah ideologinya, yaitu Islam. Faktor ideologis (Islam) inilah yang menyatukan seluruh aktivisnya, meski ras, suku, kebiasaan dan bahasa mereka berbeda. Faktor inilah yang membentuk karakter dasarnya, yang tercermin pada kesamaan pemikiran dan perasaannya (kullun fikrun syu’uri). Karena itu pulalah, maka Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus di seluruh Indonesia, mempunyai konsep (fikrah) dan metode (thariqah) yang sama. Yang membedakan satu dengan yang lain adalah kondisi, peluang dan tantangan yang berbeda.

Kondisi, peluang dan tantangan yang dihadapi BKLDK di Jakarta misalnya tentu berbeda dengan kondisi, peluang dan tantangan di tempat lain. Karena itu, BKLDK KORWIL DKI JAYA maupun BKLDK KORDA JAKARTA RAYA juga memiliki keunikan tersendiri, sesuai dengan konteks keJakartaannya. Dalam konteks keJakartaan, BKLDK di Jakarta menghadapi kondisi, dimana daerah yang menjadi Ibu Kota di Indonesia dengan jumlah penduduk Muslim terbesar ---yang mana merupakan Pusat Informasi, Penggerak Perekonomian, Sentral Pergerakan dan Jantung Perubahan--- ini masih belum sepenuhnya lepas dari penjajahan dan intervensi pihak luar, sehingga dampaknyapun berimbas keseluruh penjuru atau daerah lainnya. Memang, secara fisik negeri ini telah merdeka, tetapi dalam konteks yang lain, ternyata belum. Karena itu, bagi BKLDK Jakarta yang diikuti oleh BKLDK di seluruh Indonesia, komitmennya sudah jelas; membebaskan negeri Muslim terbesar ini dari cengkraman penjajahan.

Jejak Syariah dan Khilafah di Indonesia..( Penting dan Ringan untuk dibca)

Jejak Syariah dan Khilafah di Indonesia

Adalah sangat jelas dalam sejarah Indonesia, bahwa syariah Islam pernah secara formal diterapkan di bumi Nusantara . Saat itu para Sultan menerapkan hukum Islam sebagai hukum negara. Hal ini membantah pendapat segelintir orang dari kelompok liberal, bahwa di Indonesia tidak pernah diterapkan syariah Islam secara formal oleh negara. Tidak hanya itu, kesultanan di Indonesia memiliki hubungan yang jelas dengan Khilafah Islam.


Baca Juga Situs JIhad dan informasi tambahan Republika Online.

I'dadun naas li tarhiibi qiyaamil khilafah

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | free samples without surveys