Tampilkan postingan dengan label Catatan Sahabat... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Sahabat... Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Mei 2011

Khitbah Daku kau ku Tangkap (KDk2T)

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh..
Ketika Khadijah jatuh cinta pada Muhammad dan kemudian meminta saudaranya untuk melamar sang Rasul pilihan tersebut. Malah Khadijah terbilang sangat berani karena dia adalah wanita yang sudah berusia 40 tahun, berstatus janda dan jarak usianya cukup jauh dengn Rasul dengan selisih 15 tahun. Tapi subhanaullah, Rasul tak menganggap Khadijah sebagai wanita yang rendah, dan tidak mencelanya. Malah Rasul yang saat itu terkenal sebagai pemuda yang jujur, merasa rendah diri dan menganggap bahwa dirinya tidak pantas disunting oleh wanita mulia seperti Khadijah. Dan pada akhirnya Rasul tak pernah berhenti bersyukur dianugerahi Khadijah oleh Allah, tak henti-hentinya Rasul mengucapkan terimakasih pada Khadijah yang telah memilihnya sebagai seorang suami dan hanya kepada Khadijah-lah Rasul memberikan cinta sejatinya, padahal Khadijalah yang terlebih dahulu mengajukan dirinya.

Selain itu pula, berdasarkan riwayat dari Tsabit al Bunnani berkata, “Aku berada di sisi Anas, dan di sebelahnya ada anak perempuannya. Anas berkata, “Seorang wanita datang kepada Rasulullah. Menawarkan dirinya seraya berkata, “Wahai Rasulullah apakah engkau berhasrat kepadaku? (dan di dalam satu riwayat, wanita itu berkata, “wahai Rasulullah, aku datang hendak memberikan diriku padamu). Maka putri Anas berkata, “Betapa sedikitnya perasaan malunya, idih… idiih”. Anas berkata, “Dia lebih baik dari pada engkau, dia menginginkan Rosulullah. Lalu menawarkan dirinya kepada beliau. (HR Bukhari). Bukhari membuat hadits ini di dalam bab “wanita menawarkan dirinya kepada laki-laki yang saleh”. Al Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Diantara kejelian Bukhari ialah bahwa ketika beliau mengetahui keistimewaan wanita yang menghibahkan dirinya kepada laki-laki tanpa mahar, maka ia meng-istimbat hukum dari hadits ini mengenai sesuatu yang tidak khusus, yaitu diperbolehkan baginya berbuat begitu. Dan jika si laki-laki menyukainya, maka bolehlah ia mengawininya” .


Dalam riwayat tersebut sudah sangat jelas memberitahukan kepada kita bahwa, adanya kebolehan bagi seorang wanita untuk melamar seorang lelaki lebih dulu. Alias melakukan inisiatif terlebih dahuhu. Bukan berarti wanita yang mengajukan dirinya adalah wanita yang rendah dan tidak laku, ini adalah anggapan yang salah dan menurut saya sangat buruk. Sebab, Rasul yang merupakan lelaki yang mulia saja, tak pernah melarang dan tak pernah sedikitpun mencela wanita-wanita yang mengajukan diri kepadanya. Dia menghargai wanita-wanita tersebut yang bertujuan mulia terhadap dirinya. Penolakan yang dilakukanpun sangat halus sehingga tidak sampai membuat wanita tersebut merasa malu dan tersakiti. Sikap yang sama juga ditunjukkan oleh Anas yang malah memuji wanita tersebut dan mencela putrinya yang beranggapan buruk terhadap wanita tersebut.

Namun sangat disayangkan, masih banyak diantara kita yang menganggap bahwa seorang wanita tidak pantas untuk mengajukan dirinya sebab itu akan menghinakan dirinya sendiri. dan terkadang masih ada saja ikhwan yang tanpa berpikir panjang langsung menolak ketika dipinang oleh seorang akhwat padahal akhwat tersebut bukan mengajaknya untuk berbuat sesuatu yang haram melainkan suatu perbuatan yang bernilai ibadah.

Oleh karena itu, pendapat saya pribadi, teman-teman akhwat yang berani mengajukan diri mereka kepada seorang ikhwan adalah sikap yang mulia. Alasan yang mendasari mereka adalah, mereka tak ingin hatinya terus berzina karena mempunyai perasaan pada seorang ikhwan. Dengan memberanikan mengajukan diri maka setidaknya mereka bisa mengetahui apakah ihwan tersebut mempunyai perasaan yang sama terhadap mereka atau tidak. Jika misalnya ya…maka perasaan cinta itu akan bernilai pahala ketika berakhir di pelaminan. Toh jika pada akhirnya nantinya mereka ditolak, mereka akan berhenti untuk mencintai dan kemudian mulai dari awal lagi menata hati untuk ikhwan yang berikutnya. Tapi bukan berarti akhwat yang tidak mengajukan dirinya itu tidak mulia, sebab pada dasarnya yang mengatur scenario bagaimana jalan pertemuan kepada jodoh kita, adalah Allah. Bukan begitu..?

Sekali lagi, saya ingin mengatakan betapa bangganya saya kepada sahabat saya tersebut. Dia berani untuk mengejar cintanya walaupun dengan konsekunesi menanggung malu jika ditolak. Bagi saya itu bukanlah hal yang memalukan, sebab dia berani mengajukan dirinya. Tidak seperti saya yang ketika itu hanya bisa melihat dan mengagumi seorang ikhwan dari kejauhan. Dan hanya berdoa kepada Allah untuk memilihkan padaku pilihan yang terbaik.

BAGI PARA IKHWAN....

Dan bagi para ikhwan yang mungkin tiba-tiba ketiban duren, tiba-tiba bernasib seperti Fahri yang dalam film Ayat-Ayat Cinta, ceile…alangkah mulianya jika kalian menerima pinangan akhwat tersebut terlebih dahulu. Ini hanya sebuah saran. Mengapa? Saya seorang akhwat, saya tau perasaan apa yang sedang dihadapi oleh teman-teman akhwat yang mengajukan dirinya.

Jika para ikhwan membutuhkan 100 keberanian untuk melamar seorang akhwat, maka seorang akhwat membutuhkan 1.000.000 keberanian untuk melamar seorang ikhwan.

Jika seorang ikhwan membutuhkan waktu satu minggu untuk melupakan penolakan dirinya oleh seorang akhwat maka seorang akhwat membutuhkan waktu 1 tahun untuk melupakan penolakan dirinya oleh seorang ikhwan bahkan mungkin juga dia tidak bisa melupakan penolakan tersebut seumur hidupnya.

Dan ketika seorang akhwat mengajukan diri kepadamu, itu karena dia sudah berikhtiar kepada Allah sebulan bahkan setahun lamanya. Dan si akhwat telah menganggap bahwa engkaulah ikhwan yang terbaik diatara yang lainnya. Jika pada masa taarauf ada sesutu yang tidak berkenan di hati kalian, maka tidak ada halangan bagi kalian untuk kemudian memutuskan taaraf tersebut.

BAGI PARA AKHWAT....

Wahai saudariku….kejarlah cintamu...dan raihlah kebahagiaanmu,,,,sebab cinta itu memang butuh sebuah perjuangan…..namun janganlah lupa menyandarkan cintamu yang pertama kepada Allah…dan tetaplah berjalan sesuai dengan perintah-Nya…dan jagalah iffahmu sebagai wanita-wanita mulia yang insya Allah kelak menjadi Wanita Penghuni Surga. Amien.

Perlu ditambahkan penjelasan note saudari Ummi Hayfa dari Group Menata Hati, bahwa hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Tsabit al Bunnani di atas, selanjutnya Ibnu Hajar menambahkan penjelasan terhadap cara peminangan tersebut, katanya, “Dan di dalam hadits tersebut terdapat beberapa faedah antara lain bahwa orang yang ingin kawin dengan orang yang lebih tinggi kedudukannya itu tidaklah tercela, karena mungkin saja keinginannya itu mendapat sambutan yang positif. Kecuali jika menurut adat yang seperti tersebut pasti ditolak, misalnya seorang rakyat jelata hendak meminang purtri raja atau saudaranya. Dan seorang wanita yang menginginkan kawin dengan laki-laki yang lebih tinggi kedudukannya daripada dirinya juga tidak tercela, lebih-lebih jika dengan tujuan yang benar dan maksud yang baik, mungkin karena kelebihan agama si laki-laki yang hendak dilamar, atau karena suatu keinginan yang apabila didiamkan saja akan mengakibatkan terjatuh ke dalam hal-hal yang terlarang” .

Rosulullah tidak menyalahkan seorang wanita yang menawarkan dirinya kepada Beliau, yang akhirnya wanita tersebut menikah dengan salah seorang sahabat dengan mahar mengajarkan ayat Al-Qur’an yang dihafalnya kepada istrinya. Dimana hal tersebut sebagai isyarat bahwa langkah ikhtiar seseorang dalam menjemput jodohnya. Ibarat orang berjualan tentu kemungkinan laku lebih banyak atau besar manakala ditawarkan kepada orang yang akan membelinya daripada tidak. Bukankah Umar bin Khattab juga pernah menawarkan Hafsah putrinya kepada Abu Bakar ataupun kepada Ustman bin Affan? Dan hal tersebut tidak menjadikan turunnya derajat Hafsah karena Hafsah justru dilamar oleh Rosulullah?

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar bahwasanya Umar bin Khattab ketika Hafsah menjanda dari Khunais bin Khudzafah as-Sahmi, Umar bin Khattab berkata, “Aku dating kepada Utsman bin Affan, lalu aku tawarkan kepadanya Hafsah”. Maka Utsman berkata, “Aku akan melihat urusanku”. Lalu aku berdiam selama beberapa malam, kemudian Utsman datang kepadaku seraya berkata, “Tampak olehku pada saat-saat ini aku belum berhasrat untuk kawin”. Lalu Umar menemui Abu Bakar ash-Shidiq, lantas berkata, “Jika engkau mau, aku ingin mengawinkan engkau dengan Hafsah binti Umar”. Maka Abu Bakar diam saja dan tidak menjawab sedikitpun, dan aku merebutnya setelah Utsman. Maka aku diam selama beberapa malam, kemudian Rosulullah melamarnya, lalu aku nikahkan dia dengan Rosulullah. Setelah itu, Abu Bakar menemuiku seraya berkata, “Engkau telah menemuiku untuk menawarkan Hafsah kepadaku, tetapi aku tidak menjawab sedikitpun”. Umar berkata, “Benar”. Abu Bakar berkata, “Tidak ada yang menghalangiku untuk menjawab tawaranmu itu, melainkan karena aku telah mengetahui bahwa Rosulullah pernah menyebut-nyebut (Hafsah), maka aku tidak ingin membukakan rahasia Rosulullah. Dan seandainya Rosulullah meninggalkannya, niscaya aku menerimanya” (HR Bukhari).

Demikianlah yang dapat disampaikan bahwa wanita pun berhak menawarkan diri kepada seorang laki-laki. Semoga memberikan tambahan ilmu….Aamiin.[By : Umi Suprih Koesoemo, judul asli: "WANITA BAGAIKAN LADANG"]

Bilahit taufik wal hidayah, wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh…

Minggu, 02 Januari 2011

Jejak Syariah dan Khilafah di Indonesia..( Penting dan Ringan untuk dibca)

Jejak Syariah dan Khilafah di Indonesia

Adalah sangat jelas dalam sejarah Indonesia, bahwa syariah Islam pernah secara formal diterapkan di bumi Nusantara . Saat itu para Sultan menerapkan hukum Islam sebagai hukum negara. Hal ini membantah pendapat segelintir orang dari kelompok liberal, bahwa di Indonesia tidak pernah diterapkan syariah Islam secara formal oleh negara. Tidak hanya itu, kesultanan di Indonesia memiliki hubungan yang jelas dengan Khilafah Islam.

Jumat, 03 Desember 2010

*Student Government : " Formalisasi Kompetisi dan Kaderisasi gerakan mahasiswa"

Salam Perubahan..
Salam Cinta atas Nama Perjuangan..
Salam Intelektual Pembangun untuk Peradaban Bangsa..
Saatnya Mahasiswa mengkaji ulang dan mengganti ideologi perubahannya dengan Islam..
dan
Saatnya BEM KEMA UNPAD menjadi simbol nyata kebangkitan dan perubahan dengan VISI ISLAMNYA..

Latar belakang

            Pertarungan mahasiswa sejatinya harus didominasi oleh pertarungan gagasan dan ide perubahan. Terlepas adanya perdebatan sumber dari gagasan dan ide tersebut, tapi yang terpenting adalah sampai sejauh mana mahasiswa meyakini dan menjiwai setiap gagasan dan ide yang dianutnya. Jika saat ini pertarungan mahasiswa lebih karena dorongan organisasi yang telah menjadi afiliasinya, maka dengan adanya student government, dorongan pertarungan mahasiswa adalah karena gagasan dan ide yang diyakininya. Dalam kehidupan perjalanan mahasiswa, tidak dipungkiri  bahwa aktifis gerakan mahasiswa selalu mempunyai afiliasi kepada organisasi tertentu, baik ormas maupun orpol. Akan tetapi itu bukan persoalan, selagi dorongan afiliasi itu adalah karena gagasan dan ide yang dianggap mampu menjawab tantangan. Namun realitas saat ini terkadang afialiasi mahasiswa kepada ormas atau orpol tertentu lebih dikarenakan adanya aspek perasaan senasib, atau kedekatan senior, kenyamanan perasaan atau juga faktor-faktor kepentingan pragmatis lainnya.  Hal ini pulah yang menyebabkan adanya upaya menghalalkan segala cara didalam memenangkan setiap kompetisi seperti PRAMA ini, dengan tujuan agar kepentingan kelompoknya tetap terjamin. Bahkan saat ini segala upaya dilakukan termasuk menggunakan mesin politik tidak resmi, seperti jaringan-jaringan keagamaan yang ada di fakultas-fakultas yang sejatinya mempunyai akses langsung dengan mahasiswa baru. Lembaga ini pulalah yang saat ini ditetapkann secara legal untuk melakukan  pengkaderan dan pembinaan secara aktif. Pertanyaannya bagaimana mungkin seorang calon yang tidak populer, mendapatkan perolehan suara secara mutlak tanpa adanya bantuanl mesin politik seperti ini.  Ini tentu sebuah mekanisme dan kompitisi yang akan membuat banyak mahasiswa apatis dan frustasi, karena ide dan gagasannya sudah dipatahkan oleh cara-cara yang tidak adil.

            Oleh karena itu, berangkat dari latar belakang diatas, sudah saatnya mahasiswa mempunyai satu pola sistemik yang mampu mendorong mahasiswa untuk percaya diri dan yakin dengan gagasan dan ide yang dianutnya tanpa dipengaruhi oleh adanya beban moral terhadap organisasi yang  telah menjadi afiliasinya. Kita menginginkan agar mahasiwa kedepan adalah mahasiswa yang mempunyai karakter dan sikap yang jelas, bukan mahasiswa yang abu-abu dan malas berfikir. Sehingga pola sistemik tersebut salah satunya adalah dengan pembentukan student goverment.

            Pertanyaannya apa itu student government? Dilihat dari terjemahan bebasnya berarti “pemerintahan mahasiswa”.  Sebuah institusi politik yang lahir  ditengah-tengah kehidupan mahasiswa yang secara tidak langsung dapat diartikan juga sebagai pelembagaan kepentingan politik mahasiswa. Dalam perjalanannya, siapapun akan mempunyai tafsiran yang berbeda tentang posisi, batasan dan kedudukan student government tergantung dari sudut kepentingan mana dia memandang. Akan tetapi kita tentu harus sepakat bahwa student goverment kedepannya harus mampu mendorong mahasiswa aktif dan partisipatif dalam perpolitikan kampus guna memecahkan setiap masalah yang ada disekitarnya, yang tentu berbasis pada pemikiran intelektual, politik dan komprehensif  yang mengarahkan pada kebenaran dan kebaikan dan tentu bukan pada pragmatisme. Student government juga harus mampu mendorong mahasiswa untuk melakukan pengkaderan dan pembinaan.

            Oleh karena itu kami menganggap sudah saatnya UNPAD mempunyai student government yang akan mendorong perubahan mahasiswa yang lebih baik.

Gambaran ringkas student government

            Jika student govenrment secara sederhana adalah bentuk pelembagaan politik mahasiswa. Selanjutnya adalah bentuk simpel dari student government. Tentu berbeda dengan bentuk pemerintahan yang dipakai dinegeri ini. Bentuk student government secara simpel adalah adanya lembaga eksekutif, yudikatif dan legislatif ditengah-tengah mahasiswa yang keberadaannya diatur dalam AD/ART. Bahkan lebih jauh keberadaan lembaga ini harus disyahkan oleh rektor dan didukung secara kuat oleh menteri pendidikan.  Selanjutnya aktor-aktor yang duduk dilembaga tersebut harus lahir dari pemilu terbuka, yang sebelumnya aktor-aktor tersebut merupakan kader yang dihasilkan oleh partai-partai kampus yang disyahkan oleh lembaga berwenang. Sehingga pemilu mahasiswa merupakan pertarungan gagasan dan ideologi mahasiswa yang dilembagakan melalui partai politik. Dengan adanya partai politik kampus, maka setiap mahasiswa mempunyai akses yang sama dalam melakukan pengkaderan dan pembinanan difakultas-fakultas yang kedepannya tentu bisa digunakan sebagai mesin politik resmi.

            Keberadaan student government mahasiswa juga akan menempatkan BEM KEMA, BPM KEMA sebagai simbol student government resmi yang akan mengatur dan mengkoordinasikan adanya lembaga eksekutif dan legislatif yang ada difakultasnya masing-masing. Sedangkan keberadaan UKM  harus tetap pada porosnya yakni menjadi lemabaga yang netral dan hanya berfokus pada minat dan bakat.
Prinsip-Prinsip student goverment

            Agar pelaksanaan student government sesuai dengan tujuannya yakni melahirkan mahasiswa yang mempunyai karakter dan sikap dengan ideologi yang jelas, maka student government harus mempunyai prinsip-prinsip diantaranya

1. Student government mengarah pada gerakan moral.
              Sebelum ide gerakan mahasiswa ini kita kembangkan lebih jauh, agaknya kita perlu lebih bijaksana untuk becermin pada diri kita sendiri dahulu. Gerakan mahasiswa, terlepas dari ideologinya, dilahirkan dan dibesarkan oleh mahasiswa itu sendiri yang sedikit banyak terpengaruh oleh suasana lingkungan dan latar belakang akademis. Dengan kata lain, mahasiswa adalah unsur dari gerakan mahasiswa.

               Secara umum masyarakat memandang mahasiswa sebagai bagian kecil dari komunitas terdidik dari bangsa ini. Tapi yang menggelikan tidak semua mahasiswa, namun cukup banyak, yang kurang menyadari anugerah yang telah disandangnya.Sebuah ironi ketika mahasiswa meneriakkan slogan-slogan moralitas tatkala mahasiswa yang lain kelakuannya tidak bermoral. Sex bebas, aborsi, pergaulan tanpa batas, narkoba, ayam kampus dan tindak pidana adalah fenomena yang tidak bisa begitu saja dihilangkan dari ingatan. Jika mahasiswa seperti ini yang diberi kesempatan memegang kendali, apa jadinya?

2. Student government mengarah pada gerakan intelektual.
              Gerakan mahasiswa yang berkarakter intelektual memang diharapkan menghasilkan rumusan dan solusi konkret permasalahan bangsa sesuai dengan kapasitas keilmuan yang dimiliki. Jika harapan ini terlaksana maka sebuah kebahagiaan bagi masyarakat. Mahasiswa menjadi bagian komunitas yang peduli terhadap rakyat yang miskin dan tertindas.Konsepsi intelektual yang perlu dikembangkan adalah konsep intelektual profetik. Konsep ini dapat didefinisikan,
(1). Gerakan Intelektual Profetik adalah gerakan yang meletakkan keimanan sebagai ruh atas penjelajahan nalar akal, (2). Gerakan Intelektual Profetik merupakan gerakan yang mengembalikan secara tulus dialektika wacana pada prinsip-prinsip kemanusiaan yang universal
(3). Gerakan Intelektual Profetik adalah gerakan yang mempertemukan nilai transenden dengan akal manusia pada usaha perjuangan perlawanan, pembebasan, pencerahan, dan pemberdayaan manusia secara organik.
               Dengan konsep ini, maka gerakan mahasiswa akan menjadi patron bagi masyarakat untuk melakukan pencerahan dan penyadaran. Namun celakanya, konsep pendidikan yang ditawarkan saat ini lebih mementingkan kebutuhan pragmatis. Hasilnya adalah mahasiswa berlomba-lomba untuk menyelesaikan studinya sebelum batas akhir yang seringkali membawa dampak pada keengganan mahasiswa untuk ikut dalam pergumulan membicarakan masyarakat yang teraniaya, apalagi, berorganisasi.

3. Student government merupakan gerakan politik.
                   Sebagai gerakan politik mempunyai arti menjalankan fungsi kontrol (oposisi) terhadap kebijakan, baik kampus maupun negara. Hal ini lebih berarti jika ada jalinan antar gerakan mahasiswa, paling tidak jika ada isu/musuh bersama, biasanya mahasiswa bersatu. Turunnya $oeharto pada tahun 1998 merupakan salah satu contoh betapa kuatnya gerakan mahasiswa tatkala bersatu. Namun pasca lengsernya $oeharto, gerakan mahasiswa tidak lagi mempunyai kesamaan terutama dalam hal strategi apa yang akan digunakan dalam melaksanakan agenda reformasi.
Untuk mengokohkan peran politik ekstra parlementer, student government bisa menggunakan strategi:

(1). Mempengaruhi dan berupaya berpartisipasi dalam pengambilan kebijakan publik.
(2). Mengawasi dan memantau pelaksanaan kebijakan publik
(3). Memberikan penilaian dan advokasi terhadap pelaksanaan kebijakan publik.
Penutup

            Menurut kami, Sudah saatnya mahasiswa berani menawarkan gagasan yang tidak hanya bersumber pada gagasan akademik saja. Melainkan dia juga berani menawarkan gagasan-gagasan yang bersumber dari Al-qur’an dan assunnah yang telah banyak menginspirasikan banyak orang untuk melakukan perubahan dan perbaikan. Maka dengan adanya student goverment kami menginginkan adanya dialog terbuka dan sehat untuk mengkampanyekan islam adalah solusi terbaik. Kami menantang juga kepada mahasiswa untuk mampu membangun peradaban mahasiswa yang dipenuhi dengan kehausan akan kebenaran melalui sebuah dialog dan diskusi yang sehat, mencerahkan dan mencerdaskan.      
            Melalui student government inilah, kami meyakini gagasan dan ideologi yang diyakini oleh mahasiswa akan dikompetisikan melalui sebuah kompetisi terbuka yang akan mendorong mahasiswa untuk melakukan pengkaderan dan pembinaan di fakultasnya masing-masing.
            Memang konsekuensi student government adalah adanya konflik terbuka, akan tetapi menurut kami konflik ini jauh lebih elegan dibanding saat ini. Karena konflik tersebut berfokus pada gagasan dan ide. Tidak seperti saat ini, konfliknya berfokus pada kekuasaan semata. Dan yang perlu di ingat, ada tidaknya student govenrment konflik ditengah-tengah mahasiswa akan tetap ada. Pilihannya konflik sperti apa yang kita inginkan? Jawabannya tentu konflik yang membuat mahasiswa mempunyai karakter dan ideologi yang jelas dan mengarah pada kebaikan dan kebenaran.
Salam Perubahan!

oleh Fenfen Fenda Florena, Mahasiswa Jurusan Fisika FMIPA UPAD
.: Kandidat Wakil Presiden BEM KEMA UNPAD no. 1 :.


Baca Juga Situs JIhad dan informasi tambahan Republika Online.

I'dadun naas li tarhiibi qiyaamil khilafah

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | free samples without surveys