Jumat, 23 Desember 2011

Great Event

Gema Pembebasan Jawa Barat Present:
Islamic Intellectual Challenges
REFLEKSI AKHIR TAHUN,
Progres Pergerakan Mahasiswa Islam di Tahun 2011 Dan Peluang di Tahun 2012
Mengusung Ideologi Islam sebagai Mainstream Pergerakan Atau Tetap Mandul dalam Pragmatisme
Pembicara:

Adiyana Slamet, S.Ip, M.Si (Dosen Ilmu Komunikasi UNIKOM)
M. Riyan, M.Ag (DPD HTI I Jawa Barat)
Dimas Gustiranda (Sekjen GEMA Pembebasan Pusat)
Auditorium Miracle UNIKOM
Rabu, 28 Desember 2011
12.30 s/d 15.30






Minggu, 20 November 2011

.: MENAMPILKAN KEMBALI ISLAM SEBAGAI ‘IDEOLOGI" .:


Percaturan kehidupan di Indonesia saat ini dipenuhi oleh hingar-bingar pemilihan kepala negara. Ada Pemilihan Kepala daerah, Legislatif, Hingga pemilihan kepala Negara.  Munculnya tokoh organisasi Islam menambah ramai wacana. Islam pun diusung; sayangnya masih sebatas dalam tataran permukaan—seperti lagu pengiring kampanye yang dikesankan islami, janji-janji dengan membawa nama Allah SWT, atau kampanye dalam bentuk doa bersama. Perbincangan tentang figur pemimpin terjadi dimana-mana, namun perbincangan tentang sistem apa yang akan dikembangkan nyaris tidak disentuh. Padahal, baiknya suatu masyarakat bukan hanya bergantung pada orang yang memimpin, melainkan juga pada sistem aturan yang diterapkan.

Berkaitan dengan hal tersebut, tulisan ini memberikan gambaran bahwa Islam merupakan sistem yang seharusnya diterapkan, menggantikan tatanan kapitalis yang selama ini mengatur manusia.

Islam Sebagai Mabda’ (Ideologi)
            Mabda’ merupakan istilah bahasa Arab yang dapat diterjemahkan sebagai ideologi, namun bukan ideologi dalam pengertian yang sempit, sebagaimana dalam pandangan sekularisme. Menurut Muhammad Muhammad Ismail dalam bukunya, Al-Fikr al-Islâmi (hlm. 9–11), yang disebut dengan mabda’ adalah akidah/keyakinan yang digali dari proses berpikir, yang kemudian melahirkan sistem atau aturan-aturan (‘aqîdah ‘aqliyyah yanbatsiqu ‘anhâ nizhâm). Menurut definisi ini, sebuah akidah/keyakinan disebut sebagai mabda’ (ideologi) jika memiliki dua syarat: (1) bersifat ‘aqliyyah; (2) memiliki sistem/aturan.

Akidah, dalam hal ini, bisa dimaknai sebagai pemikiran yang bersifat integral (menyeluruh) mengenai alam semesta, manusia, dan kehidupan ini; mengenai keadaan sebelum dan setelah kehidupan dunia; juga mengenai hubungan antara kehidupan dunia dengan kehidupan sebelum dan sesudah dunia.
Sedangkan sistem aturan yang dimaksud mencakup berbagai pemecahan atas berbagai problem kehidupan (baik pribadi, keluarga, masyarakat maupun negara; menyangkut persoalan ibadah, akhlak, sosial, politik, ekonomi, dan budaya); juga mencakup cara untuk menerapkan berbagai pemecahan tersebut serta cara memelihara sekaligus menyebarkan akidah tersebut (An-Nabhani, Nizhâm al-Islâm, hlm. 22).

‘Aqîdah ‘aqliyyah plus berbagai pemecahannya disebut dengan fikrah (ide/konsep). Sedangkan cara untuk menerapkan berbagai pemecahan tersebut serta cara untuk memelihara sekaligus menyebarkan akidah tersebut disebut dengan tharîqah (metode operasional)—untuk menerapkan fikrâh yang dimaksud. Walhasil, yang dimaksud dengan mabda’ (ideologi), dalam hal ini, bukan semata-mata berupa pemikiran teoritis, melainkan pemikiran yang dapat dijelmakan secara operasional dalam realitas kehidupan.

            Merujuk pada pengertian di atas, agama-agama selain Islam tidak dapat dikategorikan sebagai mabda’ (ideologi). Alasannya: (1) Agama-agama di luar Islam bukanlah akidah/keyakinan yang bersifat ‘aqliyyah tetapi lebih bersifat taslîmiyyah (semata-mata didasarkan pada kepasrahan/ketundukan tanpa reserve [tidak digali dari proses berpikir]); (2) Agama-agama di luar Islam tidak memiliki sistem/aturan untuk mengatur kehidupan manusia, kecuali semata-mata menyangkut masalah ritual, spiritual, dan moral belaka. Karena itu, Islam tidak layak disejajarkan—apalagi disamakan—dengan agama-agama lain yang hanya berkutat dalam masalah ritual, spiritual, dan moral belaka. Sebagai mabda’ (ideologi), Islam hanya layak disejajarkan—meskipun jelas tidak bisa disamakan—dengan dua ideologi lain yang ada di dunia, yakni: kapitalisme-sekular dan sosialisme-komunis. Bedanya, Islam satu-satunya mabda’ (ideologi) yang sahih, karena bersumber dari Allah sang Pencipta, sedangkan dua ideologi lainnya adalah sesat karena semata-mata lahir dari akal manusia yang serba lemah.

  Akidah, Islam menegaskan bahwa semua yang ada di alam ini diciptakan oleh Allah SWT (QS Thaha [20]: 14; QS al-Baqarah [2]: 22). Allah SWT tidak hanya menciptakan aturan bagi alam semesta (berupa hukum alam/sunatullah), melainkan juga menurunkan aturan (berupa hukum Islam) untuk mengatur kehidupan manusia, sebagaimana yang termaktub di dalam wahyu-Nya. Karena Allah telah menentukan hukum-Nya untuk mengatur kehidupan manusia, jelas manusia tidak boleh membuat lagi aturan lain sekehendak hawa nafsunya. Hanya Allah sajalah yang berhak menentukan hukum dan aturan bagi manusia (QS al-Baqarah [2]: 2; QS al-Qadr [97]: 1, QS an-Nahl [16]: 103; QS Yusuf [12]: 40), yang dibawa oleh Rasulullah (QS al-Fath [48]: 28-29; QS ash-Shaf [61]: 9). Karena itu, semua yang terdapat di dalam al-Quran harus diikuti (QS al-Hasyr [59] : 7; QS al-Baqarah [2] : 4). Apalagi, sebab utama (raison d’ etre) dari penciptaan manusia sendiri (termasuk jin) adalah untuk beribadah kepada Allah dalam arti luas (QS adz-Dzariyat [51]: 56). Muhammad Quthub dalam bukunya, Mafâhîm Yanbagi an Tushahah, memaknai ibadah dalam pengertian luas ini sebagai ketaatan, ketundukan, dan kepatuhan kepada Allah dengan mengikatkan diri dengan syariat-Nya (hukum Islam) dalam segala aspek kehidupan.

Memang, manusia bebas memilih untuk mengikuti ataupun melanggar aturan yang Allah turunkan (QS al-Balad [90]: 10). Akan tetapi, pada Hari Kiamat nanti manusia akan dibangkitkan dan dihisab atas pilihannya itu. (QS al-Mukminun [23]: 16; QS ar-Ra’du [13]: 40-41; QS al-Insyiqaq [84]: 8; QS al-Ghasiyah [88]: 26). Ujung-ujungnya, ada manusia yang dimasukkan oleh Allah SWT ke dalam surga, ada pula yang ke neraka (QS al-Baqarah [2]: 25; QS ad-Dukhan [44]: 51-55; QS al-Waqi’ah [55]: 41-43).

            Berdasarkan bahasan di atas, jelaslah, akidah Islam menetapkan bahwa sebelum ada kehidupan dunia ini ada Allah Pencipta manusia, alam semesta, dan kehidupan; bahwa Allah Pencipta manusia telah menurunkan aturan-aturan-Nya ke dunia ini untuk mengatur kehidupan manusia; dan bahwa manusia akan menuju alam akhirat dengan dimasukkan ke dalam surga atau neraka—begantung pada terikat-tidaknya dirinya dengan aturan-aturan-Nya. Itulah realitas akidah Islam yang harus diyakini oleh setiap Muslim.

Karena itu, agama Islam tidak boleh dipisahkan dari kehidupan. Seorang Muslim diperintahkan untuk menaati Allah SWT di rumah, di pasar, di mal, di kendaraan, di kantor, di masjid, di ruang pertemuan, di mess, di hotel, dan di setiap tempat. Demikian juga ketika makan, minum, berpakaian, berakhlak, beribadah, dan berbagai muamalah.

Berdasarkan hal ini, jelas sekali, seorang Muslim diperintahkan untuk selalu melakukan perbuatannya sesuai dengan perintah dan larangan Allah SWT. Semua itu tidak lain semata-mata dalam rangka mencapai kebahagiaan sejati berupa keridhaan Allah SWT yang salah satu wujudnya adalah surga yang penuh kenikmatan, yang telah dijanjikan-Nya. Seorang Muslim akan merasa tenteram dan bahagia saat berhasil melakukan ketaatan kepada Allah SWT. Sebaliknya, ia akan bersedih jika melanggar hukum-hukum Allah SWT. Beginilah akidah Islam sebagai qiyâdah fikriyyah, yang memimpin penganutnya untuk senantiasa menjadikan dirinya sebagai hamba Allah yang selalu patuh dan taat kepada-Nya.

            Pada sisi lain, akidah Islam juga menjelaskan berbagai pemecahan masalah kehidupan yang dapat digali dari sumber-sumber hukum Islam: al-Quran, Hadis Nabi saw., Ijma Sahabat, dan Qiyas syar’iyyah. Dari sinilah lahir hukum-hukum Islam yang mengatur hubungan laki-laki dengan perempuan seperti bergaul, meminang, menikah, nafkah, mengurus anak, persoalan nasab, perwalian, dan waris—yang tercakup dalam sistem sosial (nizhâm ijtimâ‘i) Islam; yang mengatur kepemilikan berikut sebab-sebab dan jenis-jenisnya, berbagai jenis akad dalam muamalah, perseroan dan perusahaan, kebijakan-kebijakan untuk mengentaskan kemiskinan, lembaga perekonomian—yang tercakup dalam sistem ekonomi (nizhâm iqtishâdi) Islam; yang mengatur pemerintahan dan bentuknya, kepemimpinan dan syarat-syaratnya, lembaga-lembaga pemerintahan, perang dan damai, hubungan luar negeri, partai politik, dan persoalan-persoalan lain—yang tercakup dalam sistem pemerintahan (nizhâm al-hukm) Islam; juga yang mengatur masalah persanksian dan jenis-jenisnya (hudûd, jinâyat, ta‘zîr, mukhâlafât), hal-hal yang menyangkut persaksian, penyidikan dan penyelidikan, dan pembuktian—yang tercakup dalam sistem persanksian (nizhâm ‘uqûbât) Islam. Begitu pula menyangkut sistem-sistem Islam lainnya.

Sistem Islam Wajib Diterapkan
            Walhasil, jelas bahwa Islam adalah satu-satunya agama sekaligus ideologi yang sahih di sisi Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:
]إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللهِ اْلإِسْلَامُ[
Sesungguhnya dîn yang benar di sisi Allah adalah Islam. (QS. Ali Imran [3]: 19).

Lebih tegas lagi Allah SWT menyatakan:
]وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ اْلإِسْلاَمِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي اْلآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ[
Siapa saja menjadikan selain Islam sebagai dîn, maka tidak akan diterima dan di akhirat kelak dia termasuk orang yang rugi. (QS Ali Imran [3]: 85 ).

Dengan nada yang sama Allah SWT memberitahukan:

]هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللهِ شَهِيدًا[
Dia-lah Yang mengutus Rasul-Nya (Muhammad) dengan membawa petunjuk dan agama yang haq untuk dimenangkannya atas semua agama. Cukuplah Allah sebagai Saksi. (QS al-Fath [48]: 28).

Maksudnya, Islam akan senantiasa mengungguli seluruh dîn (keyakinan, agama, ideologi) para penghuni bumi, baik orang Arab maupun bukan; berbagai kelompok; dan kaum musyrik (Lihat: Ibn Katsir, Tafsîr al-Qur’ân al ‘Azhîm, IV/246).

Kemenangan atau keunggulan Islam atas yang lain jelas hanya terjadi ketika Islam ditampilkan secara utuh sebagai sebuah mabda’ (ideologi) sebagaimana dulu pernah dibuktikan selama hampir 13 abad lamanya; bukan semata-mata sebagai agama ritual, spiritual, dan moral belaka. Islam seperti inilah yang diperintahkan Allah SWT untuk menjadi pandangan hidup dan pengatur masyarakat. Wallâhu a‘lam. [Nasya Nazira Mumtaz]


KPK Periksa Wakil Menteri BUMN


JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara, Mahmuddin Yasin, Senin (21/11/2011). Ia akan dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi penjualan aset tanah PT Barata Indonesia.

"Rencananya, dimintai keterangan sebagai saksi," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, di Jakarta, Senin.

Belum diketahui keterkaitan Mahmuddin dalam kasus ini. Sejauh ini, Mahmuddin belum tiba di gedung KPK.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Direktur Sumber Daya Manusia dan Keuangan PT Barata Indonesia, Mahyuddin Harahap sebagai tersangka. Ia disangka menjual aset milik perusahaan BUMN tersebut sehingga mendapat keuntungan pribadi.

Modusnya, Mahyuddin diduga menjual aset PT Barata Indonesia yang berupa sebidang tanah di Jalan Nagel Nomor 109, Surabaya, Jawa Timur dengan menurunkan harga dari Nilai Jual Objek Pajak yang berlaku pada tahun 2004. Penjualan tanah dilakukan melalui penawaran dengan penunjukkan terbuka.
Akibat tindakan Mahyuddin, negara diduga mengalami kerugian Rp 40 miliar. Harga tanah yang seharusnya 132 miliar malah dijual dengan harga Rp 82 miliar. Adapun PT Barata Indonesia merupakan salah satu BUMN yang bergerak di bidang manufaktur peralatan industri, pengecoran, dan engineering procurement & construction yang berkantor pusat di Gresik, Jawa Timur.

Komentar: Kasus korupsi akan terus tumbuh subur Bila sistem yang digunakannya melindungi para koruptor,Tidak ada hukum yang mampu Menjerat para koruptor dgn HUkum yang setimpal dgn perbuatannya, dengN Kt Lin Demokrasi hanya Menyuburkan Tindakan Korupsi. Sampai kapanpun Korupsi tidaka akan pernah selesai dengan sistem DEMOKRASI, Namun Bisa DISELESAIKAN DEGAN SISTEM SYARIAT ISLAM,MAU BUKTI?? HAYOK, TERAPKAN SYARIAT ISLAM DALAM NAUNGAN KHILAFAH"

Mesir Membara Lagi, 11 Demonstran Tewas

Para pengunjuk rasa mengangkat seorang pria yang terluka saat bentrok dengan polisi di Lapangan Tahrir, Kairo, Mesir, Minggu (20/11/2011).
KAIRO, KOMPAS.com -  Sedikitnya 11 orang tewas di Lapangan Tahrir, Kairo, Mesir, Minggu (20/11/2011), saat pasukan keamanan membubarkan demonstran yang meminta agar militer menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah sipil.

Menurut kantor berita AFP, setidaknya empat orang ditembak hingga tewas. Sebelumnya, Dr Mohammed Fatuh yang memimpin sebuah rumah sakit lapangan di lapangan itu, memastikan bahwa tiga mayat lain telah dibawa dengan menderita luka terkena peluru. Petugas-petugas medis sebelumnya melaporkan empat kematian, satu karena tembakan langsung dan tiga karena sesak nafas akibat kekurangan zat asam dalam darah setelah gas air mata ditembakkan.

Kerusuhan mematikan itu terjadi sepekan sebelum pemilihan legislatif pertama sejak revolusi rakyat yang menggulingkan diktator veteran Hosni Mubarak. Polisi dan militer Mesir telah menggunakan tongkat dan gas air mata untuk membersihkan Lapangan Tahrir dari ribuan demonstran.

Dalam bentrokan itu, demonstran beradu dengan polisi anti-kerusuhan dan militer yang mengejar mereka jauh dari pintu masuk ke lapangan tersebut dan merintangi jalan yang menuju ke kementerian dalam negeri, tempat bentrokan sepanjang hari itu. Pasukan keamanan kemudian mundur dari lapangan itu tapi situasi tetap tidak stabil. Sepanjang hari itu, bentrokan sporadis meletus di dekat kementerian dalam negeri di pinggir Lapangan Tahrir, yang tertutup oleh asap gas air mata dan dikotori batu dan kaca.

Kementerian kesehatan mengatakan, 759 orang terluka dalam bentrokan itu. Sekitar 40 polisi juga luka-luka, kata kementerian dalam negeri.

Pada demonstran belakangan ini menyaksikan kembalinya polisi anti-huru-hara, bagian dari kementerian dalam negeri yang kebanyakan digunakan rejim Mubarak dalam tindakan kerasanya terhadap demonstran. Polisi anti-huru-hara itu jarang digelar sejak Mubarak tumbang.

Sabtu lalu, para demonstran menyanyikan slogan-slogan yang menentang Dewan Tertinggi Pasukan Bersenjata yang menerima kekuasaan dari Mubarak. Mereka menuntut pemecatan Panglima Tertinggi, Hussein Tantawi, dan menteri pertahanannya. "Jatuhkan Tantawi," teriak ratusan demonstran di Lapangan Tahrir.

Militer mengatakan, mereka akan menyerahkan kekuasaan setelah pemilihan presiden, yang sekarang belum dijadwalkan.

Komentar: " Pengantian Rezim saja tidak akan mampu menyelesaikan masalah sekarat Timur Tengah maupun dunia keseluruhan tapi yang harus dilakukan adalah ganti REZIM dan SISTEM yang dilakukan,  Sudah Waktunya Dunia Mempercayakan Permasalahannya kepada ALLAH SWT yang menciptakan mereka, dengan MENERAPKAN SYARIAH DAN MENEGAKKAN KHILAFAH".

Sabtu, 19 November 2011

Obama ke Bali, Pangkalan Militer Berdiri


Presiden Amerika Serikat Barack Obama mendarat di Bali, untuk menghadiri KTT ke-19 ASEAN dan KTT ke-6 Asia Timur. Obama, yang datang tanpa didampingi istrinya, Michelle, menumpang pesawat kepresidenan Air Force One dari Australia, dan mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai, Kamis petang (17/11), pukul 18.30 Wita.


Selain menghadiri KTT ke-19 ASEAN dan KTT ke-6 Asia Timur, Obama juga melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku tuan rumah, guna membicarakan kerja sama bisnis antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Pertemuan bilateral Obama-Yudhoyono sebagai mitra ASEAN di kawasan Pasifik itu adalah untuk yang kedua kalinya sejak kunjungan Presiden ke-44 AS itu ke Indonesia pada November 2010. Saat itu, kedua negara membahas kerja sama menyeluruh antara Indonesia dan AS.

Kedatangan Obama untuk kedua kalinya ke Indonesia ini, mengundang berbagai reaksi, termasuk dikaitkannya dengan rencana diaktifkannya pangkalan militer di Australia pada 2012.
AS berencana menempatkan 2500 personel Marinir (USMC) di Robertson Barracks, pangkalan udara Australia yang berada di Darwin.

Seorang politisi PDIP memprediksi, AS bermaksud membendung Cina agar tidak menjadi negara memiliki hegemoni tunggal di wilayah ini, khususnya mengamankan kepentingan ekonomi dan kepentingan sekutu-sekutu tradisionalnya, seperti Jepang,  Korea Selatan, negara-negara Asia Tenggara, dan Australia.

Sebelum ke Bali, Presiden Obama dan Perdana Menteri Australia Julia Gilard, menurut laporan harian Sydney Morning Herald, bertemu di pangkalan udara Darwin, Australia.
Obama mengatakan kepada parlemen Australia, Kamis (17/11), bahwa AS dan Australia adalah satu kekuatan di Pasifik, dan akan selalu demikian.

Menurutnya, kawasan ini akan mempunyai peranan dalam penciptaan pekerjaan dan kesempatan bagi rakyat Amerika dan menekankan bahwa setiap pengurangan dalam anggaran pertahanan Amerika tidak akan dilakukan dengan merugikan bagian dunia itu.

Presiden Amerika itu berpidato di hadapan parlemen Australia pada hari kedua kunjungan di negara tersebut. Hari Rabu (16/11), Obama dan Gillard mengumumkan persetujuan untuk penempatan pasukan Amerika di wilayah Australia.

Cina segera bereaksi atas pengumuman di Canberra itu, dengan mengatakan bahwa penempatan pasukan Amerika di Australia sebagai tidak wajar, dan hendaknya dibicarakan dengan masyarakat internasional.

Dalam pidatonya, Obama menampik hal itu. Menurutnya, tidak ada yang tidak wajar dalam rencana itu. Obama mengatakan, kehadiran pasukan Amerika akan memberi kesempatan baru untuk melatih sekutu-sekutu dan mitra Amerika, serta menanggapi berbagai tantangan, termasuk krisis kemanusiaan dan pertolongan bencana.

Minyak Laut Timor
Sementara itu, pengamat hukum internasional dari Universitas Nusa Cendana Kupang, DW Tadeus, menilai, AS memiliki kepentingan besar atas minyak di Laut Timor, sehingga memandang penting untuk membangun pangkalan militer di Darwin, Australia.
 
"Selain untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan di kawasan ASEAN, AS juga berkepentingan atas cadangan minyak di Laut Timor, untuk kebutuhan dunia di masa datang, setelah gagal menaklukkan negara-negara minyak di kawasan Timur Tengah," kata Tadeus kepada Antara.
Mayor Jenderal Angkatan Udara AS Michael Keltz, sebagaimana dikutip CNN (16/11), mengungkapkan, Presiden Obama tidak hanya menempatkan pasukan Marinirnya di Australia Utara, tetapi juga telah menyiagakan armada pesawat tempur tercanggih, F-22 Raptor dan pesawat transport C-17, untuk mengantisipasi gangguan keamanan bagi kepentingan AS di Asia Pasifik.
Selama ini, pasukan Marinir AS ditempatkan di pangkalan AS di Pulau Okinawa, Jepang, dan Guam --sekitar 2.000 kilometer utara Papua Nugini.
Menyikapi hal ini, Indonesia dan negara-negara ASEAN, sudah selayaknya bermain pintar, agar tidak terjebak dalam salah satu kepentingan, baik AS maupun Cina.
Lebih jauh lagi, Politisi Partai Golkar, Tantowi Yahya, kepada RMOL, menyatakan tentang kemungkinan dimanfaatkannya fasilitas militer AS ini, dengan menjalin kerja sama latihan militer RI-AS di wilayah Indonesia.

"Sebaliknya manfaat ekonomi dan militer dari keberadaaan tersebut harus mulai dipikirkan," ujar anggota Komisi I DPR RI ini. [TMA, Ant]

Obama - SBY Bahas 2500 Marinir di Darwin


TEMPO.CO, NUSA DUA-- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama sempat menyinggung kebijakan negeri Paman Sam untuk menempatkan sekitar 2.500 marinir di Darwin, sebagai salah satu kebijakan luar negeri di Asia Pasifik.

Juru bicara kepresidenan bidang luar negeri Teuku Faizasyah yang hadir dalam pertemuan bilateral kedua kepala negara disela KTT ke-19 ASEAN di Nusa Bali, Jumat 18 November 2011, mengatakan dalam penjelasannya Obama menyampaikan bahwa kehadiran marinir di Darwin dalam konteks hubungan bilateral AS dan Australia.

"Dan dalam hal itu, tidak terpaku pada satu kepentingan saja. Tetapi bagaimana kerja sama itu dapat diperluas menjadi pelatihan dan kerja sama militer dengan salah satu negara mitra utama AS," katanya.

Tentang kemungkinan kebijakan itu mengancam kedaulatan dan kepentingan Indonesia, Faizasyah mengatakan, "Itu harus dilihat secara komprehensif. Indonesia memiliki kerja sama dalam mekanisme kemitraan strategis baik dengan AS maupun Australia, sehingga atas kerja sama itu, maka kehadiran militer AS di Australia tidak akan mengancam kedaulatan Indonesia,".

Semisal kesepakatan Lombok Treaty antara Indonesia dan Australia yang menegaskan, tidak ada akan ada kegiatan di wilayah nasional Australia yang mengancam wilayah, kedaulatan atau kepentingan Indonesia.

"Dengan kerja sama antara Indonesia-AS dan Indonesia-Australia, menjadi jaminan bahwa kehadiran militer AS di Darwin tidak akan mengancam apapun secara komprehensif," tutur Faizasyah.

Sebelumnya Presiden AS Barack Obama dalam rangkaian kunjungannya di Asia Pasifik menegaskan AS akan memantapkan pengaruhnya di kawasan tersebut. Langkah nyata yang dilakukan Obama dengan membuat kesepakatan dengan Perdana Menteri Australia Julia Gillard untuk memperluas kerja sama militer kedua negara salah satunya dengan menempatkan sekiat 2.500 marinir AS di Darwin.

Komentar: "Ada misi Khusus Amerika Berkunjung kedua kalinya ke Indonesia, Salah satunya ya ini, Semakin Mencengkramkan Intervensi Amerika Di Indonesia.."

Anggaran Pesawat Presiden Kalahkan Anggaran Kesehatan


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai tidak kalah hedon dengan para anggota DPR seperti yang disindir Ketua Komisi Pemberantas Korupsi, Busyro Muqqoddas beberapa waktu yang lalu.

Dalam surat terbuka Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran kepada Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, menyindir mengenai hedonisme presiden yang tertuang dalam alokasi anggaran negara.



"Presiden SBY dengan uang negara ingin membeli green aircraft, pesawat kepresidenan, yang pada tahun 2011 ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp92 miliar. Alokasi anggaran pembelian pesawat kepresidenan pada tahun 2012 sebesar Rp339,296 miliar," kata Kordinator Investigasi Dan Advokasi FITRA Uchok Sky Khadafi dalam surat elektronik yang diterima mediaindonesia.com di Jakarta, Jumat (18/11).

Total pembelian Pesawat kepresidenan baru jenis Boeing Jet 2 tersebut seharga US$58 juta atau sekitar Rp496 miliar. Anggaran untuk pembelian pesawat kepresiden, kata Uchok, diperoleh dari utang berbentuk promissory notes (nota sanggup bayar).

Lebih lanjut, sambung Uchok, keterangan pemerintah yang disampaikan Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Hari Purnomo di hadapan Mahkamah Konstitusi kemarin (17/11) juga kian menegaskan prioritas biaya pesawat kepresidenan demi penghematan anggaran & keamanan Presiden dibandingkan dengan alokasi anggaran kesehatan.

Padahal, lanjutnya, dalam Undang-Undang Kesehatan, pemerintah diamanahkan untuk memenuhi anggaran kesehatan sebesar 5% dari total APBN diluar gaji pegawai.

"Untuk itu MK harus segera membatalkan pembelian green aircraft pesawat kepresidenan melalui sidang APBN Perubahan. Lebih baik pembelian pesawat kepresidenan dialihkan ke anggaran kesehatan masyarakat yang dalam APBN Perubahaan hanya mencapai 1,94% dari total APBN perubahaan 2011," tukasnya. (mediaindonesia)

HTI Tolak Asas Tunggal Pancasila di RUU Ormas


Rencana pencantuman pasal asas tunggal Pancasila dalam rancangan undang-undang ormas mendapat penolakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Pengembalian asas tunggal itu dinilai sebagai langkah mundur bagi pergerakan reformasi.

Juru Bicara Muhammad Ismail Yusanto mengatakan kepada Republika di Jakarta, Jumat (18/11), asas tunggal merupakan manivestasi dari kegagalan rezim orde baru dengan segala kebobrokannya. Selain terlibat kasus korupsi, rezim tersebut tumbang karena dianggap memaksakan Pancasila sebagai asas tunggal.



Jika dikembalikan lagi asas itu, maka ia menyebutnya sebagai pengingkaran semangat reformasi. Rerormasi memberi ruang organisasi dan partai politik dengan asas Islam berdiri. "Jadi kalau kemudian lahir kembali (asas tunggal,red) maka jelas kemunduran besar," katanya menegaskan.

Ia mempertanyakan pula argumen penuangan kembali pasal itu. Menurutnya, kiprah dan aktivitas ormas ataupun parpol Islam saat ini tidak menimbulkan masalah.

Bahkan, elemen masyarakat itu merupakan unsur penting yang turut berkonstribusi dalam upaya memperbaiki kondisi negara. Dalam konteks ini HTI, ikut serta dengan mengusung penegakkan syariat Islam. "Dicantumkan lagi justru hilangkan energi besar," katanya.

Ia mengaku wacana itu kembali digelendingkan belum lama ini. Pasalnya, dalam draft RUU Ormas yang ia terima belum mencantumkan pasal yang kontroversial itu.

Ia khawatir bila pasal itu terakomodir maka bisa menjelma tak ubahnya jembatan hukum menyetop tumbuhnya aspirasi ormas ataupun parpol Islam. "Jika mereka ditumpulkan tentu ini kerugian besar," katanya.(republika)

Bali dihantam Gempa 5,3 SR, Obama cipika cipiki Ani Yudhoyono


Gempa berkekuatan 5,3 SR mengguncang Nusa Dua, Bali, Jum’at (18/11/2011) di saat Obama – dajjal sekaligus fir’aun abad ini – sedang ber-KTT dengan pemimpin ASEAN. Sementara itu, di acara gala dinner malam ini (18/11), Obama cipika cipiki dengan ibu presiden, Ani Yudhoyono. Astaghfirullah. Apakah gempa ini peringatan dari Allah SWT?



Gempa di saat Obama berada di Bali

Bali diguncang gempa berkekuatan 5,3 SR di saat Obama, dajjal sekaligus fir’aun abad ini sedang melakukan KTT dengan para pemimpin ASEAN. Gempa tersebut sontak membuat warga Bali panik.

“Goncangannya sangat kuat. Kita yang di dalam mobil saja merasakan,” kata Stevani, warga Jakarta yang berkunjung ke Bali, kepada salah satu stasiun televisi berita nasional.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gempa yang dirasakan warga Bali cukup besar ini tidak berpotensi tsunami, sedangkan pusat gempa berada 143 km arah barat daya Nusa Dua, Bali.

Padahal, beberapa hari sebelumnya dikabarkan bahwa Gubernur Bali, Made Mangku Pastika sudah menggelar persembahyangan massal di rumah dinasnya untuk mensukseskan KTT ASEAN ke -19, KTT Asia Timur dan untuk menyambut kedatangan Obama.

“Memanjatkan puji syukur dan meminta keridhoan-Nya agar agenda itu berjalan lancar,” kata Pastika, Sabtu, 12 November 2011 malam. Apalagi, bagi Bali dengan fondasi ekonomi di sektor pariwisata, acara itu memiliki makna tersendiri.

Namun Allah SWT., berkehendak lain. Gempa tetap mengguncang Bali hari ini, Jum’at (18/11/2011) pada pukul 10.16 WIB dengan kedalaman gempa 10 kilometer dan dirasakan tidak hanya di Bali, tapi juga di sejumlah daerah di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Obama cipika cipiki Ani Yudhoyono

Sementara itu, presiden SBY dan Obama, si pembantai umat Islam di seluruh dunia malam ini, Jum’at (18/11/2011) melakukan gala dinner atau jamuan makan malam di Bali Nusa Dua International Convention Center (BNDCC).

Konyolnya, saat berkesempatan bersalaman dengan ibu Negara, Ani Yudhoyono, Obama dengan ganasnya mendaratkan ciuman ke pipi kanan kiri Ani Yudhoyono (cipika cipiki) dan disaksikan oleh presiden SBY yang hanya mampu menebar senyuman, tanpa berani melarangnya.

Adegan Obama mendaratkan ciuman ke Ani Yudhoyono sontak membuat ratusan wartawan yang sejak awal menonton lewat layar lebar langsung kaget dan kompak bersorak “huu”, sebagian lainnya bertepuk tangan.

Astaghfirullah. Beginikah akhlak seorang pemimpin yang mengaku Muslim? Pantas saja Bali dihantam gempa!

Wallahu’alam bis showab!

(M Fachry/arrahmah)


Baca Juga Situs JIhad dan informasi tambahan Republika Online.

I'dadun naas li tarhiibi qiyaamil khilafah

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | free samples without surveys