Selasa, 05 April 2011

BIG Bang Teori vs ALQURAN

Sengaja kita tampilkan disini yang membicarakan asal-usul hidup manusia bumi berdasarkan teori evolusi sebagai hasil capaian penyelidikan orang-orang barat pada mana dapat dilihat adanya faham materialisme yang menyatakan alam semesta telah terwujud sendirinya, menurut proses alamiah, tanpa penciptaan dan rencana tertentu oleh Yang Mahakuasa untuk kehidupan manusia.


Teori evolusi ini hampir-hampir meliputi seluruh masyarakat manusia bumi hingga sempat menyusup kedalam sekolah-sekolah yang mengajarkan agama Islam di mana faham materialisme harusnya sangat ditentang. Sampai-sampai kebanyakan anggota masyarakat dalam menanggapi sesuatu yang bersifat alamiah selalu didasarkan atas pandangan sarjana barat naturalisme. Mereka cenderung memperkirakan bahwa semua yang dikemukakan sarjana barat sebagai hal praktis dan benar berlaku. Bahwa mengenai keterangan yang menyangkut dengan bidang astronomi, pada pokoknya teori gravitasi “Newton dan Relativity Einstein memegang peranan penting, sementara yang sehubungan dengan biologi dan histori, maka teori evolusi Darwin bertindak selaku pedoman.


Edwin Hubble yang diberi nama julukan dengan Cosmic Pioneer dari California pada tahun 1949 telah memakai teleskop berukuran 100 inci dengan mana dia mendapat kesimpulan bahwa semua bimasakti di angkasa luas sedang bergerak ke segala arah tanpa kembali lalu dikatakannya semesta raya itu semakin meluas, expanding, dimulai oleh suatu benda atau ataom raksasa , karenanya keadaan daerah ledakan itu, kini berupa angkasa hampa tanpa bintang.


Albert Einstein (1879-1955) yang dijuluki dengan Master of Cosmolog, dengan teori Relativitynya dinyatakan memperbaiki teori gravitasi Newton baik dalam bidang mikrokosmos, maupun dalam bidang makrokosmos. Dia sependapat dengan Hubble tentang Big Bang teori yang menyatakan semua bimasakti (galaksi) yang masing-masingnya terdiri dari jutaan bintang, semuanya bergerak melengkung 360 derajat, hingga semesta raya tidak meluas dan akhirnya bimasakti-bimasakti itu kembali pada titik ledakan bermula. Karenanya dikatakan oleh sarjana itu keadaan semesta dalam statik.



Tetapi kedua orang ini sepakat dalam pendapat bahwa setiap bintang senantiasa membuang energinya ke angkasa luar berbentuk partikel-partikel atom yang kemudian, disebabkan tarikan graviatsi masing-msingnya, berkumpul kembali lalu menciut, mengerut, hingga akhirnya membentuk bintang baru dengan planet-planet yang mengitari. Seterusnya dalam berjuta tahun, bintang baru terbentuk ini meledak pula lalu mengambang di angkasa luas untuk membentuk bintang baru kembali, dan seterusnya berulang kali. Karenanya, dengan keadaaan demikian, Terdapatlah bintang yang baru lahir, yang sudah dewasa, dan yang sedang menghilang.


Padahal penganut teori Bing Bang tidak akan sanggup menerangkan :


a. Dimana tempat atau daerah ledakan bermula dari atom raksasa itu, tentunya kini berupa daerah angakasa yang kosong hampa.


b. Kenapa ada bimasakti-bimasakti yang tampaknya semakin mendekat, dan ada pula yang sedang menjauh antara sesamanya?


c. Apa yang menyebabkan semua pecahan ledakan demikian berbentuk globe-globe bulat sempurna menjadi bintang-bintang, planet-planet , dan bulan-bulan? Sedangkan meteoritis dan asteroids yang puluhan ribu ribuan jumlahnya sebagai pecahan planet antara mars dan jupiter, semuanya berbentuk tidak teratur, tiada satupun di antaranya yang bulat sempurna.


d. Apa yang menyebabkan bintang-bintang senantiasa bergolak dengan api nyala, sementara planet-planet dan bulan-bulan sudah lama mendingin?


e. Apa yang menyebabkan bulan-bulan tidak berputar di sumbunya sewaktu beredar keliling planet? Padahal planet itu sendiri berotasi sewaktu mengitari bintang yang juga berputar disumbunya.


f. Apa yang menyebabkan bulan-bulan mengelilingi planet? Kenapa bulan-bulan itu tidak langsung mengorbit bintang atau surya?




Kiranya teori relativity Einstein ini wajar mendapat tanggapan negatif dari kalangan Kristen sendiri seperti yang dimuat pada Reader’s Digest bulan Juni 1969 dengan judul “What the Bible says to me” yang telah kita kutipkan pada pasal terdahulu.


Sementara itu Werner Heisenberg dari Munich University, pada tahun 1925 telah merumuskan suatu teori baru tentang quantum Mekanik. Sistem ini menerangkan bentuk atom melalui suatu formula yang didasarkan atas frekuensi dan intensitas dari garis-garis spektrum yang dapat dilihat dan diukur. Heisenberg menantang konsep planetary electrons dari Roherford dan Bohr, juga menyatakan bahwa teori Newton tentang astronomi tidaklah berlaku pada fisika atom. Dia memperagakan bahwa tidaklah mungkin untuk memperinci dengan ketepatan sempurna pada waktu yang sama tentang keduanya yaitu posisi dan velocity dari suatu partikel atom tertentu. Sehubungan dengan teori baru ini yang mengubah keseluruhan pengetahuan fisika, maka Sir Arthur Stanley Eddington (1882-1944) seorang Orifessir astronomy di Cambridge menamakan teori Heisenberg tersebut dengan The Priciple of Uncertainty, atau prinsip tentang ketidaktentuan.


Selanjutnya perhatikanlah pula perkembangan baru yang berlaku pada tahun 1974 dalam bidang fisika dan astronomi, yaitu pendapat Dr. Berhrem Kursunoglu, Direktur Pusat Theoritical Studies pada University Miami USA yang menerangkan bahwa semesta raya bukanlah bermula dari ledakan atom raksasa tetapi dengan partikel-partikel yang sangat kecil. Teori baru ini dikemukakannya dengan bukti-bukti tersusun komplit, cukup menantang teori Einstein. Kemudian itu para ahli di Johnson space Centre Houston. Texas, dan tempat-tempat lain bersama-sama mempelajari teori baru itu untuk mengambil sikap menerima atau menolaknya.


Perincian teori Dr. Berhram ini ialah sebagai berikut :


1. Penciptaan semesta raya bukanlah dimulai dengan ledakan atom raksasa, tetapi dengan partikel-partikel yang berproses.


2. Bahwa suatu partikel berantukan dengan lainnya yang berbentuk antipartikel. Hal ini menimbulkan reaksi berantai membentuk zat-zat yang keluar dari lapangan energi.


3. Kedua macam partikel itu dinamakannya “mikro Black Holes” (ruang-ruang kecil yang belum disadarai secara pasti).


4. Einstein menyatakan bahwa partikel pokok adalah noktah-noktah tanpa susunan, tetapi Behram mengatakan partikel-partikel itu terbikin dari lapisan tak terbatas dari pergantian aliran positif.


5. Mikro black holes itu terwujud oleh tenaga ghaib sekira 10.000 juta tahun yang lalu.


6. Semesta raya praktis memiliki perioda permulaan dan perioda akhir (bahwa semua partikel itu nanti akan kehabisan energi).


Dari teori Dr. Behram diatas ini dapat dilihat adanya data-data yang hampir membenarkan keterangan Alquran bahwa semesta raya dimulai dengan penciptaan partikel-partikel yang membentuk atom hydorgen oleh ALLAH Subhaanahu wa Ta’ala. Atom itu dikenal dalam bidang fisika sebagai atom asal bagi seluruh benda konkrit. Hydrogen memperganda dirinya dengan ketentuan ALLAH membentuk berbagai elemen lain yang kemudian berkumpul menjadi molekul-molekul benda angkasa, begitupun semua yang dapat dicapai pancaindera. Jadi bukanlah semesta raya itu dimulai dari ledakan atom raksasa dimana noktah-noktah tanpa susunan menurut Big Bang Theory.






Alquran pada ayat 79/31 dan 87/4 menerangkan bahwa dari semua benda angkasa itu keluar suatu yang dinamakan dengan Mar’a, tidak mengandung aliran listrik. Hydrogen selaku atom asal memang terdiri dari dua unsur yaitu Almaa dan Mar’a yang oleh sarjana barat dinamakan dengan Proton dan Elektron. Kedua unsur ini tidak mungkin dilihat dengan memakai teropong manapun karena terlalu halus sekali, maka ukuran, bentuk, dan aktivitas dari kedua unsur itu hanyalah didasarkan orang atas dugaan dari gejala yang berlaku.


Sarjana barat masih memisahkan nama antara Mar’a yang masih menyelubungi Proton dari nama Mar’a yang telah mengapung ke angkasa bebas. Dalam hal ini termasuk Dr.Behram sendiri. Mereka menamakan yang menyelubungi proton dan elektron bermagnet negatif dan dengan nama positron pada yang bermagnet positif. Kemudian di waktu atom-atom melakukan fusi atau fissi yang disebut dengan kejadian proton-proton Reaksi dan Carbon Cycle, maka tercampaklah sejumlah elektron dan positron. Kedua wujud ini langsung menjadi satu yang dinamakan dengan meson atua neutrino, ataupun dengan tachion. Wujud ini jadi netral tanpa aliran listrik, mengapung keangkasa bebas, keluar dari seluruh lapangan energi dan tak mungkin ditahan lagi. Para sarjana barat menganggap neutrino atau meson itu hilang lenyap tanpa arti sama sekali. Tetapi Alquran menerangkan bahwa wujud itu langsung membentuk lapisan ionosfir yang semakin tebal melingkupi planet untuk kehidupan yang lebih sempurna, sementara yang keluar dari bintang-bintang, semuanya mengapung membentuk nebula yang akhirnya bergabung jadi Comet.


Tentu saja yang dimaksud dengan micro balck holes oleh Dr. Berhram adalah almaa dan mar’a tadi atau yang disebut dengan proton dan neutrino diatas, karena wujud itu memang tidak pernah dapat dilihat, bukan saja karena kecilnya tetapi juga sebab wujud itu bukanlah suatu benda yang pasir halus menurut keadaan sehari-hari, tetapi kekosongan total tanpa isi sama sekali kecuali Rawasia atau batang magnet yang berputar disumbunya, membujur dari utara ke selatan wujud itu. Sepintas lalu, benarlah pendapat Pluto (427-347BC) ribuan tahun yang lalu, bahwa semua benda alam ini tersusun dari kekosongan total dan hanya pancaindera saja yang mengiranya berbentuk dan berwarna.


Micro black holes atau proton dan elektron yang oleh Dr. Behram dikatakan dicipta oleh tenaga ghaib, sebenarnya ialah ciptaan ALLAH Yang Maha Esa, bagaimana cara DIA menciptakan wujud pertama itu tidak mungkin dipelajari manusia karena untuk melihat proton dan elektron itu saja orang tidak berkesanggupan. Memang sangat sedikit pengetahuan manusia kini tentang wujud alam di sekitarnya bahkan tentang benda-benda yang ada dalam dirinya sendiri. Dengan itu, untuk pertama kalinya para sarjana di barat mengakui secara ilmiah bahwa semua yang ada kini dimulai dengan ketentuan dan kekuasaan tenaga ghaib pada mana sarjana tak berdaya apa-apa.


Dr. Behram menyatakan semesta raya memiliki masa permulaan begitupun masa akhir dengan arti: bermula dari kehampaan dan akan berakhir dengan kehampaan. Tampaknya tidak begitu berbeda dari teori yang dikemukakan oleh Hubble dan Einstein, bahwa dunia kini hanyalah tempat hidup dan mati, kemudiannya menghilang tanpa resiko dan tanpa persoalan. Akhirnya kita ketahuilah pula bahwa pendapat Dr. Behram ini hendak mempertemukan teori evolusi dengan kepercayaan Hindu tentang hidup. Kalau ditinjau dari ajaran Islam bersumberkan Alquran, akan kita sadarilah bahw semua teori tadi tidak rasional. Islam mengajarkan bahwa hidup kini diciptakan ALLAH untuk menguji manusia tentang iman, ilmu dan amal.


Hidup kini pasti diakhiri dengan kematian, kemudian ALLAH menghidupkan semua makhluk berjiwa untuk kedua kalinya waktu mana setiap manusia diberi balasan sebanding dengan nilai usahanya pada kehidupan didunia kini. Kehidupan kedua itu berlaku di akhirat yaitu pada hari kiamat dimana setiap diri akan hidup terus tanpa kematian lagi. Mereka terbagi menjadi penduduk surga-surga dengan nikmat dan kebahagiaan besar, dan penduduk neraka dengan penyesalan dan nista siksaan yang tak pernah berakhir, maka ALLAH menyatakan semesta itu telah berlangsung dengan permulaan dan dia akan berlangsung terus tanpa akhir. Kalau kehidupan kini berwujud konkrit ditempat yang konkrit, maka sesudah matinya didunia kini, manusia akan dihidupkan kembali dalam keadaan konkrit dan juga di tempat yang konkrit dipermukaan planet-planet.





Alquran tidak memberikan data tertentu tentang lamanya sejarah semesta telah berlangsung, tetapi menyatakan bahwa kehidupan di dunia kini terbagi dua yaitu masa sebelum tofan besar dizaman Nabi Nuh dan masa sesudahnya. Manusia pertama dulu lebih banyak jumlahnya, lebih banyak meninggalkan bekas dipermukaan planet-planet , dan lebih tinggi peradabannya bahkan dinyatakan lebih dari 10 kali yang dicapai oleh manusia kini. Hal demikian dapat difahami dari maksud ayat suci antara lain ayat 6/6, 28/58, 30/9, 40/82, 34/45, dan 71/25.


Tidak diterangkan umur dunia dalam Alquran, bukanlah berupa kekurangan dan tidak sempurnanya ajaran Islam, tetapi sebaliknya menjadi tenaga dorong yang direncanakan ALLAH bagi penganutnya bahkan bagi para sarjana umumnya untuk melakukan penyelidikan lebih teliti. Sementara itu Alquran memberikan petunjuk tentang banyaknya bekas dan bukti yang bertebaran dipermukaan planet-planet dengan mana akan ditemukan keterangan-keterangan positif mengenai keadaan pertama dulunya. Hal ini secara tegas dinyatakan ALLAH ayat 3/190, 29/20 dan ayat suci lain yang nanti akan dibukakan ALLAH penjelasannya pada waktu-waktu tertentu.


Dari hasil penyelidikan missi Apollo ke permukaan bulan, para sarjana barat memperkirakan umur semesta raya telah berlangsung selama 4.500 juta tahun, dan sebelum itu Einstein telah menduga 5.000 juta tahun dan tatasurya kita akan habis berakhir sesudah masa 5.000 juta tahun lagi. Sementara itu Dr. Behram memperkirakan umur dunia telah berlangsung selama 11.000 juta tahun, dan Dr. Allan Sandage pada tahun 1960 memperkirakan umur semesta telah berlaku semenjak 20.000.000 juta tahun sebagai usia yang paling tinggi, dimuatkan dalam supplement Encyclopedia Americana no. 41/67-866 berjudul Theories of Unverse.


Yang menjadi pertanyaan ialah betapa dan bagaimana para sarjana itu telah sampai memperkirakan umur semesta demikian, padahal yang mereka ketahui barulah sedikit sekali tentang bumi dan bulan, yaitu dua benda angkasa yang sangat kecil ukurannya dibanding dengan jutaan benda angkasa lain. Kalau orang dapat menimbang berat dengan dasar ukuran kilogram, dan mengetahui ukuran panjang dengan meter, tetapi dengan apa dan bagaimana mereka dapat mengukur umur semesta kecuali berdasarkan dugaan dan perkiraan semata.

Sumber:

Demokrasi Cuma Slogan, Bersifat Non Riil dan Utopis


Dewan Pimpinan Pusat Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (DPP MHTI) kembali menggelar Forum Kajian Tokoh Muslimah ke-10 yang bertajuk ”Demokrasi Alat Penghancur Bangsa dan Keluarga?”, Senin( 20/4) di Jakarta. Kajian ini menghadirkan pembicara antara lain: Dr. Valina Singka Subekti (Ketua Pascasarjana UI, mantan anggota KPU), Ir.Nurliah Nurdin M.Si (Dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri), Zidniy Sa’adah, ST (DPP MHTI) dan Ir. Lathifah Musa (DPP MHTI).



Demokrasi, sistem baik diantara yang buruk, jika ada sistem lain yang lebih baik silahkan ditawarkan. Demikian ungkap Ibu Valina Singka. Berkenaan pemilu, beliau mengakui pemilu di Indonesia paling kolosal serta sistemnya paling rumit sedunia. ”Pemilu Indonesia memilih empat lembaga sekaligus dengan sistem setengah terbuka (suara baru dianggap sah jika mencontreng tanda gambar dan caleg).” Peraturan pemilu tersebut dibuat DPR yang merupakan representasi parpol dengan segala kepentingannya. Akibatnya demokrasi yang dihasilkan berjalan setengah-setengah. ”Demokrasi baru bisa berjalan dengan baik bila memenuhi syarat masyarakat tingkat kesejahteraannya tinggi dan cerdas, para pemimpin yang menjalankan pemerintahan bertanggungungjawab untuk mewujudkannya,” kata bu Valina.

Ibu Nurliah dari IPDN menyoroti demokrasi dari sisi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). ”Indonesia menjadi negara paling sibuk sedunia karena pilkada langsung. Menurut kompas Februari 2008 jumlah pilkada sebanyak 476 sehingga dalam setahun berlangsung 500-600 kali pemilu. Kekacauan pilkada terjadi sekitar 35-40 %.” Pilkada yang dimaksudkan untuk memilih pemimpin yang dikehendaki rakyat, namun faktanya bias kepentingan parpol. Terkait dengan demokrasi vs Islam, beliau menyatakan perlunya memperkenalkan sistem alternatif. Selain itu perlu advokasi terutama melalui media masa agar sistem alternatif diketahui secara meluas.

Ibu Zidny dari DPP MHTI, mengkritisi bahwa demokrasi bermasalah bukan hanya dari praktiknya akan tetapi dari filosofinya karena kelahiran demokrasi yang antroposentrik (berpusat pada manusia). ”Demokrasi lahir dari epistemologi sekuler yang sangat bertentangan dengan Islam, lahir di eropa abad 25, sebagai wujud trauma terhadap kepemimpinan otoriter. Sehingga tidaklah heran jika semangat demokrasi adalah, freedom, kebebasan.” Demokrasi menempatkan kebebasan manusia adalah segala-galanya, tentunya prinsip kebebasan seperti ini sangat bertentangan dengan Islam.
Ibu Zidny pun meragukan keampuhan demokrasi sebagai sistem terbaik karena demokrasi tak kunjung memberikan ’kesembuhan’ bagi negeri ini. ”Justru yang terjadi, demokrasi gagal menghasilkan para pemimpin, faktanya lihat para caleg juga kondisi masyarakat yang bodoh demikian pula parpol tak berfungsi untuk melakukan pendidikan politik bagi masyarakat,”tegas ibu Zidny. Bahkan mereka semua dikerdilkan jiwanya oleh demokrasi.

Ibu Zidniy juga menambahkan sudah terlalu lama negeri ini berdemokrasi dan menghabiskan biaya yang terlalu mahal. ”Jika ada yang mengatakan harus bersabar dalam menjalani proses transisi berdemokrasi, maka kesabaran yang seperti itu terlalu naif,” kata Ibu Zidny. Kesabaran hanya bisa dilakukan jika ada garansi kepastian demokrasi negeri ini akan menjadi lebih baik. Para pemikir demokrasi dari Barat pun mengakui tidak ada satu pun jaminan yang bisa diberikan demokrasi. Paham demokrasi sama sekali tidak bisa menjamin bahwa warga-masyarakat suatu negara yang menjalankannya akan bahagia, makmur, damai, dan adil. Pemerintahan mana pun, yang daigngap paling demokratis, tak akan mampu memenuhi tujuan-tujuan ideal demokrasi. Dalam praktiknya demokrasi selalu mengecewakan dan jauh dari harapan. ”Seperti usaha-usaha sebelumnya untuk mencapai pemerintahan yang demokratis, negara-negara demokrasi modern juga menderita banyak kerusakan (Snyder, 2003),” tandas Bu Zidniy.

Menurut beliau demokrasi merupakan alat penjajahan barat pada dunia Islam. Seiring dengan arus deras demokratisasi, muncullah konsep good governance yang hakikatnya liberalisasi struktur politik pemerintahan suatu negara. Peran negara dilumpuhkan karena digantikan pasar (kapitalis).

Ibu Latifah Musa dari DPP MHTI menegaskan pentingnya sistem alternatif untuk menggantikan demokrasi. ”Sistem Islamlah satu- satunya sistem terbaik, karena telah dicontohkan Rasulullah SAW. Sistem Islam selama ini belum tersosialisasikan di tengah umat. Sistem Islam memiliki konsep kepemimpinan amanah dengan pola tersendiri yang berbeda dengan demokrasi.” Sistem Islam dibangun oleh landasan keimanan kepada Allah SWT, bahwa hak menetapkan hukum dan memutuskan perkara di tangan Allah. Sebagaiman ayat Al Qur-an ”Sesungguhnya menetapkan hukum itu adalah hak Allah”. (TQS Al An-Aam:57).

Ibu Latifah menjelaskan akuntabilitas dalam struktur negara Islam juga akan menjaga berjalannya sistem hukum, agar tetap berjalan pada jalur yang benar. Ada pun faktor keberhasilan pencapaian kesejahteraan di dalam Islam terletak pada tiga aspek yakni :
Konsep dan platform yang jelas-jelas mampu menjamin kesejahteraan rakyat. Konsep dan platform ini tertuang secara sempurna dan menyeluruh dalam hukum-hukum syariat Islam.
Pemimpin yang dipilih rakyat dengan amanah untuk menjalankan syariat Islam, maka ia memiliki komitmen untuk mensejahterakan rakyat. Khilafah yang dipilih rakyat memiliki kualifikasi orang yang memiliki ketakwaan tinggi, orang yang terbaik di tengah masyarakat
Jaminan akuntabilitas yang jelas dan transparan. Di dalam sistem Islam terwujud dalam struktur negara yaitu Majlis Umat dan Mahkamah Madzhalim. Akuntabilitaspun terwujud dalam partai politik Islam sebagai wujud penerapan QS Ali Imran 104. Sekelompok umat yang tergabung dalam partai politik Islam ini menjalankan edukasi politik Islam kepada rakyat agar rakyat menjadi cerdas. Partai politik Islampun dapat melakukan agregasi ketika akuntabilitas dalam lembaga negara mengalami hambatan fungsi. Akuntabilitas juga terwujud dalam peran aktif individu-individu yang memiliki komitmen mejalankan amar ma’ruf nahyil munkar kepada penguasa

Beliau menegaskan bahwa sistem Islam mampu mewujudkan sistem pemerintahan yang stabil karena kepemimpinannya terpusat (kekuasaan yang terpusat), sementara sistem demokrasi tidak ada kekuatan yang dominan,. Ini membuat situasi tidak stabil. Demokrasi di AS bukan ditentukan oleh kekuatan dominan, namun Obama yang berhasil menyatukan cita-cita masyarakat AS dengan ”American Dream”.
Tapi sebagaimana karakter demokrasi , waktu yang akan membuktikan. Apakah AS sebagai kampium demokrasi akan berhasil? Yang jelas sistem ekonominya telah terbukti hancur dan telah menimbulkan kebangkrutan perekonomian global. Oleh karena itu, hanya Islamlah solusi yang nyata dan riil untuk mewujudkan negara kuat dan rakyat sejahtera. Sementara demokrasi cuma slogan yang bersifat non riil dan utopis.[]

Sumber :
Artikel On Facebook

Lagi Gizi Buruk Mendera 27 Balita Miskin

Sebanyak 27 bayi di bawah lima tahun (balita) di Kabupaten Malang, Jawa Timur, dinyatakan menderita gizi buruk.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang M Fauzi, Minggu, mengatakan, balita penderita gizi buruk tersebut sudah ditangani di RSSA Malang, bahkan telah diperbolehkan pulang.
Namun, mereka masih dalam pengawasan serius dinas kesehatan melalui bidan desa maupun kader kesehatan di masing-masing kecamatan.
“Salah satu penyebab balita yang mengalami gizi buruk di Kabupaten Malang ini adalah sebagai akibat dari pola asuh yang salah dan keliru terutama pola makan,” katanya menegaskan.
Selain itu, ujarnya, gizi buruk bisa karena adanya faktor keturunan, tidak tercukupinya asupan gizi karena orangtuanya tergolong warga miskin, dan pola asuh yang keliru.
Menurut dia, untuk melakukan penanganan tersebut, dinkes sudah melakukan langkah optimal dengan memberikan asupan makanan seperti susu dan bubur gratis sampai penderita gizi buruk sehat dan kembali normal.
Kasi Gizi Masyarakat Dinkes Kabupaten Malang Riyanto berharap, orangtua balita lebih aktif dan rutin membawa anaknya ke posyandu.
“Selama ini dinkes kesulitan mendata dan memberikan perhatian kepada balita penderita gizi buruk, jika tidak pernah dibawa ke posyandu secara rutin,” tuturnya.
Pentingnya membawa balita ke posyandu untuk mendeteksi kesehatan anak sejak dini. Diharapkan semua orangtua yang memiliki balita rajin ke posyandu.
Saat ini di Kabupaten Malang ada 2.766 posyandu, tersebar di 398 desa di daerah ini.
Sementara itu, jumlah balita sesuai data di dinkes setempat ada 27 balita mengalami gizi buruk dari total jumlah balita mencapai 209.886 orang.
Untuk mengawasi asupan gizi yang cukup bagi balita, dinkes setempat menerjunkan 13.840 kader kesehatan.
“Tugas utama para kader kesehatan adalah memberikan perhatian dan pengawasan langsung kepada balita penderita gizi buruk maupun yang berat badannya berada di garis merah (kurang),” katanya menambahkan.
Menyikapi banyaknya balita menderita gizi buruk tersebut, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Malang Purnomo Anwar mengusulkan agar pelajaran tentang gizi bisa dimasukkan sebagai muatan lokal di sekolah-sekolah.
“Pelajaran tentang gizi ini untuk kepentingan jangka panjang agar kelak para siswa ini tahu dan sadar betul akan pentingnya pengetahuan berkaitan dengan gizi,” ujarnya. (kompas.com, 27/3/2011)
 
Komen : "Sangat Ironis, dikala krisis Gizi Menimpa para penerus bangsa, malah pejabat Pemerintahan sibuk Akan PEMBANGUNAN GEDUNG DPR, Yang Setiap anggota DPR nantinya akan menempati ruang kerja yang nilainya nyaris Rp 800 juta, yakni sekitar Rp 799.920.000. Luas ruang kerja untuk setiap anggota DPR adalah 111,1 meter persegi. Luas gedung baru DPR ini secara keseluruhan adalah 157.000 meter persegi. Dana yang diperlukan untuk membangun gedung ini setidaknya memakan tak kurang dari Rp 1 triliun. (detiknews.com, 27/3/2011).
COBA BAYANGKAN bila DANA TERSEBUT DIGUNAKAN UNTUK KESEJAHTERAAN RAKYAT.??
Tapi SAYANG, haii.. ANDA HIDUP DISISTEM DEMOKRASI,
Mendapatkan KESEJAHTERAAN HANYA SEBUAH MIMPI DAN ILUSI..
Saatnya Kembali PADA SYARIAH ISLAM..
TERAPKAN SYARIAH TEGAKKAN KHILAFAH,
HIDUP KITA PUN MENJADI BERKAH..

Minggu, 03 April 2011

Inilah Demokrasi: Gila, Korban Banjir Mau Ambil Raskin, Masih Juga Dikenai Pajak

ABELU, Sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah yang dialami warga miskin di Besikama, Malaka Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Para korban banjir itu diharuskan membayar pajak tak resmi untuk bisa mengambil jatah beras miskin yang memang sudah menjadi haknya.
Terbongkarnya pungutan pajak tak resmi berawal ketika ratusan warga mendapat beras jatah raskin. Untuk itu warga mendatangi Kantor Desa Besikama. Namun, sebelum bisa membawa pulang beras, mereka ternyata disuruh membayar sejumlah uang. "Diminta lima sampai sepuluh ribu. Katanya buat pajak," ujar Tina, warga Besikama.
 
Kepala Desa Besikama Maria Agustina tidak membantah pungutan tersebut. Keputusan menetapkan syarat pengambilan raskin berdasarkan keputusan bersama dengan sekretaris daerah Belu.
 
Akibat kebijakan itu, sebagian besar warga korban banjir tak dapat mengambil jatah beras raskin. Soalnya, mereka belum bisa membayar pajak. Apalagi sebagian warga masih berada di pengungsian.(Ach/lip/RIMANEWS)
Komentar :" Haii.. DEMOKRASI Lagi ini.
Tega banget yah,, Orang ketimpa Musibah bukannya KASIHAN
Tapi, klo dah Ngobrolin Fasilitas..
Pasti pada Mau..
Inilah wajah Buruk Demokrasi, dimana para APARATUR NEGARA yang dihasilkan BERMORAL Hewan, Lupa Akan Perannya SEBAGAI PELAYAN UMMAT, 
BUKAN YANG DILAYANI.
TIDAK KAH MEREKA TAKUT akan Adzab Allah??
Waktunya Kembali Pada Syariah dan Khilafah,
Insya Allah Hidup Menjadi Sejahtera, Berkah,Aman, Adil, Dan Damai. 

Inilah Demokrasi: DPR Makin Jauh Saja dari Rakyat

Jakarta,  Survei Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia menemukan, rakyat tidak merasa terwakili oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Bahkan mayoritas rakyat tidak mengenal anggota DPR yang menjadi wakilnya.

Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang mengungkapkan, dari hasil survei sebenarnya bisa disimpulkan bahwa terdapat gejala kesenjangan hubungan antara anggota DPR dan konstituennya.
”Makin hari kesenjangan ini sepertinya makin jauh. Konstituen merasa percuma mereka punya wakil, tetapi tak memperjuangkan kepentingannya,” kata Sebastian di Jakarta, Selasa (22/3).
Survei dilakukan Formappi pada 13 Januari hingga 7 Februari 2011. Jumlah responden sebanyak 564. Populasinya terdiri atas kelompok ekonomi menengah ke atas yang diwakili responden di Kecamatan Pasar Minggu dan Tebet di Jakarta Selatan serta kelompok menengah ke bawah yang diwakili responden di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
Dari pertanyaan tentang dukungan terhadap partai politik serta ingatan terhadap wakil rakyat dan keterwakilan di DPR, 71 persen tidak mendukung parpol tertentu. Sebanyak 14 persen dari responden yang mendukung parpol tertentu menyebutkan nama parpol yang didukung secara terbuka. Sebanyak 72 persen responden tak ingat siapa wakilnya. ”Yang membuat miris adalah 93 persen responden merasa tidak terwakili oleh DPR saat ini,” kata Sebastian.
Adapun jumlah responden yang tidak ingat wakilnya dan tidak merasa terwakili oleh DPR sebanyak 96 persen. Sementara ada 86 responden yang ingat siapa wakilnya, tetapi juga merasa tidak terwakili oleh DPR. Jumlah responden yang ingat siapa wakilnya dan merasa terwakili hanya 14 persen hampir sebagian berasal dari para pemodal.
Menurut Sebastian, anggota DPR memang harus mengubah perilakunya yang malas, sering jalan-jalan ke luar negeri, serta menuntut tunjangan dan membuat gedung baru untuk kantornya.
”Kalau tanpa perbaikan, bukan tak mungkin kalau kami survei lagi pada tahun depan, hasilnya lebih parah,” katanya.
 Peneliti senior Formappi, Tommy Legowo, mengatakan, meski responden survei hanya berada di tiga kecamatan, yang ingin dicapai adalah gambaran soal kedekatan responden dengan wakilnya. Pemilihan tiga kecamatan di Jakarta ini karena faktor dekatnya jarak antara mereka dan tempat wakil rakyat bertugas, di Senayan.
”Kami tidak berpretensi responden survei ini mewakili keseluruhan rakyat Indonesia. Namun, kami mengambil masyarakat yang memang dekat dengan DPR dalam kesehariannya. Bayangkan saja apabila hasil survei ini dilakukan terhadap responden yang jaraknya terpencil dan jauh dari lokasi anggota DPR berkantor,” tutur Sebastian.
Menurut peneliti Formappi, Djadiono, dari 115 kunjungan kerja DPR selama tahun 2010, ternyata konstituen juga tidak mendapatkan manfaat kunjungan tersebut.
”DPR hanya mengunjungi pejabat setempat, tidak sampai ke konstituen yang seharusnya membutuhkan perhatian mereka,” katanya. (BIL/Kompas )

Komen: "MENGHARAPKAN ANGGOTA DPR AKAN PEDULI PADA RAKYATNYA?
BAK, MENGHARAP MENTARI DI SORE HARI"
Selama Sistem Yang DIGUNAKAN Masih DEMOKRASI.
Maka ANDA Hanya BERMIMPI MENDAPAT KESEJAHTERAAN JIKA ANDA TIDAK PUNYA PENGKAT, HARTA, Dan JABATAN..
Trust It...!!!!!!!!!"

Antara Jihad dan Imperialisme (JELAS Berbeda)

Salah satu upaya Barat untuk melestarikan imperialismenya di Dunia Islam adalah dengan memadamkan api jihad di tengah-tengah kaum Muslim. Negara-negara imperialis itu sangat sadar, bahwa jihad yang dilakukan oleh kaum Muslim di seluruh dunia jelas akan membahayakan status quo mereka sebagai negara yang mendominasi dan merampok dunia saat ini. 
Berbagai cara kemudian dilakukan untuk itu; baik secara halus atau kasar; mulai dari mempelintir dalil-dalil al-Quran sampai melakukan penghinaan dan pemutarbalikan fakta. Upaya pemilintiran makna jihad antara lain dengan mengatakan jihad dalam Islam bersifat defensif (bertahan), bukan ofensif. Mereka juga memanfaatkan ulama-ulama yang dikesankan bijak dan alim dengan mengatakan, yang terpenting adalah jihad melawan hawa nafsu; jihad ini adalah jihad akbar dibandingkan dengan jihad dalam pengertian perang. Ada juga upaya untuk  memperluas makna jihad dengan mengambil makna bahasanya. Muncul pula istilah-istilah yang sebelumnya tidak dikenal pada zaman Rosulullah dan salaf ash-shâlih, seperti jihad pembangunan, jihad politik, jihad ekonomi, jihad pendidikan, dan lain-lain. Semua itu bermuara pada direduksinya makna jihad dalam pengertian yang sesungguhnya, yakni perang. 

Tidak berhenti di sana, jihad pun diputarbalikkan dengan makna-makna yang jelek. Jihad kemudian diidentikkan dengan terorisme, fundamentalisme, barbarisme, dan tuduhan-tuduhan keji lainnya. Tindakan pejuang Palestina, Irak, Chechnya, Moro, Pattani, yang dijajah terutama oleh negara-negara imperilias disebut dengan tindakan teroris dan militan barbar. Sebaliknya, apa yang dilakukan AS dan negara-negara imperialis lainnya dicitrakan sebagai tindakan yang baik. AS dan Inggris menyerang Irak, Afganistan disebut sebagai tindakan pembebasan, penegakan demokrasi, dan HAM. 
Adapula yang mengatakan, sebenarnya tidak ada bedanya antara imperilisme Barat dan jihad (futûhât) dalam Islam. Kedua-duanya menggunakan kekerasaan, menumpahkan darah, merampok, serta merampas dan mengeksploitasi negara yang dijajahnya. Dalam persfektif ini, kemudian mereka menuduh agama sebagai sumber konflik dan kekacaauan di dunia. Mereka kemudian menyerukan ide-ide humanis, seperti perdamaian.

Penggunaan Kekerasaan oleh Negara

Bisa dipastikan, tidak ada satu negara besar yang berbasis ideologi pun di dunia ini yang tidak menggunakan kekerasaan dalam meraih tujuan-tujuannya. Sebut saja, misalnya, AS sebagai negara kapitalis terkemuka di dunia. Dalam praktiknya, AS banyak menggunakan kekerasaan untuk menyebarluaskan ide-ide Kapitalismenya dan mencapai kepentingan nasionalnya. 
Negara-negara yang berbasis ideologi Sosialisme-Komunisme juga melakukan hal yang sama. Sejarah telah mencatat bagaimana Rusia saat Perang Dingin melakukan pembantaian bukan hanya di negaranya, tetapi hampir di seluruh dunia. 
Memang, penggunaan kekerasaan tidak bisa dihilangkan mengingat dunia pastilah terdiri dari berbagai macam pemikiran, ideologi, atau kepentingan. Saat satu negara ingin menyampaikan ideologinya atau kepentingannya, pastilah terjadi perlawanan dari pihak lain yang juga memiliki kepentingan. Manusia juga tidak semuanya baik dan tidak semuanya bisa disadarkan dengan kata-kata. Sebuah negara kadang-kadang juga harus menggunakan kekerasaan untuk menghentikan atau mencegah tindakan kejahatan negara lain. 
Tinggal persoalannya, atas dasar apa kekerasaan itu digunakan, tujuannya apa, dan bagaimana caranya. Inilah yang membedakan penggunaan kekerasaan oleh negara-negera ideologis tersebut. Dalam hal ini, sebuah ideologi akan sangat mempengaruhi bagaimana penggunaan kekerasan tersebut dilakukan. Jadi, meskipun Negara Islam dan Negara Kapitalis sama-sama menggunakan kekerasan, ada perbedaan mendasar di antara keduanya.

Motif dan Tujuan

            Jihad bermotifkan keinginan untuk melaksanakan perintah Allah Swt. Kemurnian motif ini menjadi penentu apakah seseorang diterima amal jihadnya atau   tidak. Karena itu, jihad yang benar dan yang ikhlas karena semata-mata menjalankan perintah Allah akan menyampingkan dominasi hawa nafsu manusia yang cenderung pada kerusakan.
           
Islam bersumber dari Allah Swt. Yang menciptakan alam semesta, Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Karena itu, penerapan ideologi Islam pasti akan memberikan rahmat/kebaikan pada setiap manusia (Lihat: QS al-Anbiya’ [21]: 107).
            Rahmat tersebut sesungguhnya akan terwujud dengan penerapan hukum-hukum Islam. Karena itu, ideologi Islam yang sesuai dengan fitrah dan memuaskan akal manusia akan memberikan kebaikan kepada seluruh umat manusia. Sebaliknya, ideologi Kapitalisme bermotifkan keserakahan manusia untuk memuaskan hawa nafsunya. Tidak mengherankan kalau imperialisme membawa bencana bagi manusia.
            Karena itu, tujuan jihad tidak ada hubungan dengan keinginan untuk merampas dan mengekploitasai bangsa lain serta mendapatkan kedudukan untuk mendominasi manusia lain atau  menindas bangsa lain. Tidak ada sama sekali. Tujuan jihad adalah semata-mata untuk menyebarluaskan Islam ke seluruh penjuru dunia sehingga Islam sebagai agama yang membawa kebaikan pada setiap manusia bisa dirasakan oleh siapapun tanpa ada yang menghalanginya.
            Allah Swt. telah menjelaskan beberapa tujuan dari jihad di dalam al-Quran: Pertama, meninggikan kalimat Allah dan melenyapkan segala macam fitnah (kekufuran). Allah Swt. berfirman:

Perangilah mereka sehingga tidak ada lagi fitnah (kekufuran) dan adalah agama bagi Allah semata-mata. (QS al-Baqarah  [2]: 193).

Kedua, menghilangkan kezaliman yang menimpa umat Islam. Allah Swt. Berfirman:

Diizinkan bagi orang-orang yang diperangi  (untuk berperang) karena mereka dizalimi. Sesungguhnya Allah Mahakuasa untuk menolong mereka. (QS al Hajj [22]: 39).

Ketiga, menggentarkan musuh Allah dan siap saja yang berada di belakang musuh hingga mereka tunduk kepada Islam. Allah Swt. berfirman:

Siapkanlah untuk menghadapi mereka, kekuatan apa saja yang kalian sanggupi, dan dari kuda-kuda yang ditambatkan (untuk persiapan perang), yang dengan itu kalian menggentarkan musuh-musuh Allah dan musuh-musuh kalian. (QS al-Anfal [8]: 60).

Walhasil, jihad jelas berbeda dengan imperialisme yang berpijak pada ideologi Kapitalisme. Imperialisme didorong oleh keserakan manusia, yaitu untuk merampas kekayaan alam negeri yang dijajah, mendominasi, dan menindas manusia-manusia yang ada di dalamnya. Motif imperialisme/kolonialisme Barat tidak bisa dipisahkan dari ideologi Kapitalisme yang diusung oleh mereka.
Imperialisme (penjajahan) sendiri merupakan strategi kebijakan luar negeri yang sering ditempuh oleh negara-negara kapitalis. Imperialisme, kolonialisme, atau penjajahan telah dijadikan oleh negara-negara kapitalis seperti AS untuk membuka peluang baru bagi penanaman modal, menemukan pasar baru bagi kelebihan produksi yang tidak dapat dijual di dalam negeri, serta mengamankan pemasukan bahan baku murah untuk kelanjutan proses produksi dalam negeri. Imperialisme ini kemudian menimbulkan hubungan superior dan inferior—negara-negara kapitalis menganggap mereka merupakan tuan, sementara negara lain adalah budak yang harus tunduk apapun perintah tuannya.

Perbedaan Cara

Motif dan tujuan yang berbeda tentu saja melahirkan cara yang berbeda pula. Motif dan tujuan yang didasarkan pada keserakahan hawa nafsu manusia seperti dalam ideologi Kapitalisme telah membuat ideologi ini menganut prinsip menghalalkan segala cara untuk meraih tujuan. Bagi negara penganut ideologi Kapitalisme, penipuan, kebohongan, sampai pembantaian umat manusia adalah sah-sah saja dalam rangka mencapai tujuannya. Tidaklah mengherankan kalau sejarah Kapitalisme dunia diisi dengan dengan darah dan air mata dari negara yang dijajah. 
Dalam sejarah kolonialisme tidak terhitung berapa korban dari wilayah yang dijajah. Perang Dunia I dan II saja memakan jutaan jiwa dan penderitaan bagi mereka yang masih hidup. Dua bom atom yang dijatuhkan di Jepang membunuh lebih dari tiga juta jiwa rakyat sipil. Perang Dingin dan Perang Melawan Terorisme yang dipimpin oleh AS juga telah menimbulkan banyak korban rakyat sipil. Dalam Perang Vietnam AS menumpahkan 12 juta galon Agen Orange, menghancurkan 4,5 juta hektar tumbuhan, dan menewaskan banyak rakyat sipil. Ribuan kaum Muslim di Irak dan Afganistan dibunuh atas dasar perang melawan terorisme yang penuh kebohongan. Embargo yang disponsori oleh AS telah membunuh lebih dari 1,5 juta rakyat Irak. 
Akan tetapi, semua itu dipandang enteng oleh negara-negara imperilias tersebut. Lihat saja saat Collin Powel ditanya tentang terbunuhnya lebih kurang 200.000 rakyat Irak dalam Perang Teluk di era Bush Senior dulu. Dengan enteng, dia menjawab, “Tidak begitu peduli dengan angka-angka itu.”
Madeleine Albright (Menlu AS era Clinton) oleh koresponde CBS tentang jumlah korban rakyat Irak yang mencapai 800.000 orang akibat embargo PBB. Jawaban Albrigt sama kejamnya, “We think the  price worth itu, (Kami kira itulah harga yang pantas untuk itu).”
Jadi, membunuh ratusan ribu nyawa kaum Muslim dianggap sebagai harga yang pantas demi kejayaan Kapitalisme yang rakus. Hal yang sama diungkap oleh Rumsfeld melalui kata-katanya, “Free people have the right to do bad things and commit crimes.”
 
Artinya, bagi negara-negara yang menganut kebebesan tersebut, apapun menjadi sah untuk dilakukan bahkan untuk melakukan tindakan kriminalitas. 
Hal ini sangat berbeda dengan Islam  yang menjalankan perangnya atas dasar petunjuk Allah Swt. Ada aktivitas yang harus dilakukan sebelum perang, yakni mengajak mereka terlebih dulu memeluk Islam. Kalau tidak mau, mereka ditawari masuk dalam kekuasaan Khilafah  seraya membayar jizyah, meskipun mereka tetap pada agama mereka. Walhasil, dalam Islam, perang merupakan pilihan terakhir. 
Perang Islam juga bukanlah perang yang barbar. Perang dalam rangka futûhât bukanlah untuk memerangi rakyat setempat, tetapi untuk menghilangkan penghalang-penghalang fisik, termasuk penguasa zalim mereka yang menghalangi diterima Islam secara lapang dan jujur. Dalam perang itu, Islam melarang membunuh orang-orang yang bukan termasuk tentara perang seperti anak-anak kecil, wanita, orang tua, dan para rahib di gereja-gereja. Tawanan perang juga diperlakukan dengan baik.  Penggunaan senjata pemusnah massal seperti senjata nuklir dan senjata kimia hanya digunakan kalau musuh menggunakan senjata yang serupa. Sebab, dalam Islam musuh harus diperlakukan setimpal. (Lihat: QS an-Nahl [16]: 126).

Fakta Yang Terbantahkan

Perbedaan motif, tujuan, dan caranya  juga tentu saja memberikan hasil yang berbeda. Jihad yang dilakukan Islam telah memberikan kebaikan kepada setiap manusia. Penerapan aturan Islam yang adil kepada masyarakat yang ditaklukkan membuat mereka (yang ditaklukkan) tidak pernah merasa berbeda dengan yang menaklukkan mereka. Sebab, Daulah Khilafah Islam memberikan jaminan kebutuhan pokok, kesejahteraan, dan keamanan yang sama bagi seluruh warganya; tanpa melihat apakah dia merupakan rakyat yang ditallukkan atau tidak. Mereka sama-sama hidup sejahtera di bawah naungan Islam.
Penerapan hukum Islam akan menjamin kebutuhan pokok dan  keamanan warganya. Islam juga menjamin pendidikan yang gratis bagi seluruh warga negara, kesehatan yang gratis, dan perlakuan penerapan hukum yang sama; tanpa memandang dari suku, kelompok, bangsa, atau agamanya apa dia berasal.
Rasulullah sendiri sangat memperhatikan perlakuan terhadap ahlu dzimmah ini  agar mereka tidak disakiti dan dizalimi.            Rasulullah juga melarang merusak tempat-tempat ibadah non-Muslim. Persamaan di depan hukum sangat tampak jelas dari pernyataan Rasulullah yang menyatakan akan memotong tangan pencuri meskipun itu adalah anaknya sendiri.  Hal ini dipraktikkan oleh kepala negara (Khalifah) setelahnya. Sangat populer praktik keadilan Islam seperti diriwayatkan bagaimana seorang Yahudi dibebaskan dari tuduhan mencuri di pengadilan Islam karena tidak cukup bukti. Padahal yang memperkarakannya adalah pemimpin negara Islam sekaligus sahabat Rasulullah yang agung, Khalifah Ali bin Abi Thalib. 
‘Umar bin al-Khaththab, saat menjadi khalifah, pernah membebaskan tanah milik orang Yahudi yang dirampas untuk dibangun masjid. Khalifah menyuruh agar masjid itu dirubuhkan dan tanahnya dikembalikan kepada Yahudi. Dia juga pernah membebaskan seorang Yahudi tua yang tidak sanggup lagi membayar jizyah (bayaran yang diberikan warga non-Muslim kepada negara) karena memang tidak mampu. Bahkan Khalifah menyuruh bendahara Baitul Mal (lembaga keuangan negara) untuk menyantuni Yahudi tersebut. 
Perlu dicatat, bahwa fakta kebaikan ini bukankah semata-mata karena keluhuran pemimpin secara individu, tetapi memang mereka menerapkan aturan Islam tentang hukum-hukum kepada ahlu dzimmah (warga non-Muslim). 
Rakyat yang negerinya ditaklukkan oleh Islam pun tidak pernah menganggap Islam sebagai penjajah. Sebaliknya, yang terjadi,  mereka menyatu dengan pemeluk Islam lainnya dan bahkan menjadi pembela Islam. Tidak pernah didengar rakyat Mesir, Suriah, Libya, atau Bosnia menganggap Islam sebagai penjajah. Bahkan negeri-negeri itu dipenuhi dengan pejuang-pejuang Islam yang membela agamanya. Kalau Islam dianggap penjajah, bagaimana mungkin mereka membela dan memperjuangkannnya?  
Berbeda halnya dengan penjajahan negara-negara imperialis. Hampir sebagian besar rakyatnya menganggap mereka adalah penjajah. Indonesia, sampai kapanpun, akan menganggap Belanda dan Jepang sebagai  penjajah. Rakyat Mesir akan abadi menganggap Inggris sebagai penjajah. Itali pun sampai sekarang tetap dianggap penjajah oleh rakyat Libya. Apa yang terjadi di Irak dan Afganistan sekarang adalah bukti yang nyata. Rakyat Irak,  meskipun mereka tidak setuju terhadap rezim sebelumnya yang lalim seperti Saddam Husain, bukan berarti mereka menerima Amerika Serikat. Negara super power ini tetap saja dianggap sebagai penjajah. Anggapan ini bukan tanpa alasan, tetapi memang didukung oleh fakta-fakta kekejaman negara itu.
Kalaupun ada yang gembira dengan kedatangan penjajah tersebut, jumlah mereka sangat sedikit. Mereka pada umumnya adalah pengkhianat yang hanya menginginkan kesenangan harta dan kekuasaan.
Syariat Islam yang ingin diterapkan jelas bukan hanya simbol atau kulitnya saja, tetapi benar-benar secara keseluruhan. Dengan demikian, Islam sebagai rahmat bagi semua akan terwujud. Seperti pengakuan  Phillip Hitti dalam Short History of The Arab  tentang sumbangan orang-orang Arab (Islam) bagi kemajuan manusia, “During all the  first part of the Middle Age, no other people made as  important a contribution to human progress as did the Arabs….”
Hal yang sama dinyatakan oleh Carleton, saat mengomentari peradaban Islam dari tahun 800 M hingga 1600 M, menyatakan, “Peradaban Islam merupakan peradaban yang terbesar di dunia. Peradaban Islam sanggup menciptakan negara adidaya (super state) yang terbentang dari satu samudera ke samudera lain; dari iklim utara hingga tropis dengan ratusan juta orang di dalamnya, dengan perbedaan kepercayaan dan suku.”(Technology, Business, and Our Way of Life: What’s Next). []  

Oleh Farid Wadjdi
 

Mengecam Pembakaran Al-Quran di AS, Malah Ditembaki, 9 Muslim Syahid di Afghanistan!

Syabab.Com - Pembakaran al-Quran ternyata terjadi di Amerika Serikat, tentu saja ini memicu kemarahan bagi kaum Muslim yang memiliki keimanan, termasuk di Afghanistan. Tetapi, para penguasa dan tentara Muslim yang telah bekerjasama dengan penjajah, alih-alih membela Islam, malah membiarkan para penjajah menembaki kaum Muslim yang meluapkan kemarahannya atas penodaan terhadap kitab suci yang merupakan Kalamullah tersebut. Sedikitnya sembilan warga Afghanistan syahid dan lebih dari 70 terluka di kota Kandahar, Afghanistan selatan saat ribuan orang bergabung dalam protes besar-besaran terhadap penodaan berulang-ulang terhadap al-Quran di Amerika Serikat, Sabtu, 02/04/2011.
Teriakkan "Kematian bagi AS" bergema di seluruh Kandahar dalam aksi kemarahan demonstran yang berbaris menuju markas pemerintah propinsi.

Protes dimulai di pusat kota dan cepat tumah ruah ke daerah lain, sementara pasukan asing dan pasukan polisi bergegas untuk mencegah demonstran berbaris menuju kantor gubernur.

Pejabat provinsi Kandahar telah mengkonfirmasi pembunuhan sembilan orang dan melukai lebih 73 orang tetapi tidak merinci keadaan korban.

Pada hari Jumat, ribuan orang tumpah ruah ke jalan-jalan di kota Mazar--Sharif, ibukota provinsi Balkh utara, memprotes pembakaran kitab suci umat Islam oleh seorang pendeta Amerika di Florida.

Sepuluh pekerja asing untuk PBB, termasuk warga Norwegia, Romania, Swedia dan Nepal tewas setelah sejumlah kecil pengunjuk rasa marah menyerbu markas PBB di kota Afghanistan utara.

Pada tanggal 20 Maret Pastor Terry Jones, yang sudah menyebabkan kemarahan dunia dengan mengancam untuk membakar salinan al-Quran September lalu, melanggar janji sebelumnya dan membakar al-Quran di pinggiran kota Gainesville.

Protes serupa diadakan di kota Herat dan ibukota Kabul, di mana kaum Muslim berbaris menuju gedung PBB untuk memprotes pangkalan militer permanen di Afghanistan.

Demikianlah, kaum Muslim di Afghanistan sekalipun berada dalam penjajahan Amerika Serikat, tetapi perasaan mereka untuk membela al-Quran sangat luar biasa. Bagaimana dengan kaum Muslim di negeri yang berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia ini?

Ketika Terry Jones membakar Al-Quran, tidak sedikit sebagian kaum Muslim dan anak mudanya malah menginjak-injak al-Quran dengan menyepelekan ajarannya. Ini terjadi ketika mereka telah disekulerkan oleh sistem yang ada. Tidak aneh bila prahara dan berbagai bencara terus menimpa negeri ini. Sudah saatnya, kaum Muslim meninggalkan kebodohan dan ketidakpeduliannya terhadapa urusan Islam ini. Saatnya kini hidup sejahtera di bawah naunga syariah dan Khilafah. Insya Allah, semakin dekat. [m/prstv/syabab.com]

Komen: "Di Mana Yah HAM???"
Demokrasi hanya sebuah Teori yang tak mengarah untuk Kaum muslimin..

Sabtu, 02 April 2011

Demi Tugas, Anggota DPR Dibolehkan ke Pelacuran.

Pimpinan dan anggota DPR RI dilarang ke pelacuran dan perjudian. Namun, mereka baru diperbolehkan ke tempat pelacuran dan perjudian untuk kepentingan tugas resmi sebagai anggota DPR. Itulah salah satu peraturan dalam kode etik yang disetujui dalam rapat paripurna DPR RI di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, Selasa (29/3). Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso.

Berdasarkan kode etik yang baru, seluruh anggota DPR RI dilarang pergi ke tempat pelacuran dan perjudian. Aturan baru ini tertuang dalam Rancangan Peraturan DPR tentang Kode Etik.
Dalam draf kode etik baru tersebut, draf Pasal 3 memuat pelarangan bagi anggota untuk mendatangi lokasi pelacuran dan perjudian. Pasal 3 ayat (6) berbunyi:”Anggota DPR RI dilarang memasuki tempat-tempat yang dipandang tidak pantas secara etika, moral dan norma yang berlaku umum di masyarakat seperti komplek pelacuran dan perjudian, kecuali untuk kepentingan tugasnya sebagai anggota DPR RI”.


Hasil pembahasan rancangan peraturan itu telah dibacakan Wakil Ketua Badan Kehormatan DPR, Nudirman Munir, di dalam rapat paripurna di Gedung DPR, Jakarta, 16 Februari 2011. Sedianya kode etik itu disahkan dalam rapat paripurna tersebut, namun ditunda hingga diputuskan pada 29 Februari 2011 karena masih banyak silang pendapat antara anggota DPR.

Pasal tentang larangan ke tempat pelacuran dan perjudian sebelumnya tidak tercantum dalam kode etik lama DPR. Kode etik yang lama bernomor 16/DPR RI/I/2004-2005 hanya mengatur masalah kepribadian anggota DPR yang tertuang dalam Bab III tentang Kepribadian dan Tanggung Jawab.

Rapat paripurna ini membahas beberapa agenda termasuk laporan Badan Kehormatan (BK) mengenai hasil pembahasan Rancangan Peraturan DPR tentang Kode Etik dan Peraturan DPR tentang Tata Beracara BK. Acara pembahasan dilanjutkan dengan pengambilan keputusan.

Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR RI, Nudirman Munir, menyampaikan hasil pembahasan draf kode etik, termasuk menyampaiakan pasal-pasal yang ada dalam kode etik yang baru.

Tidak ada penolakan dan keriuhan interupsi saat dilakukan pengambilan keputusan atas ketentuan tersebut. Hanya satu interupsi disampaikan Ketua Komisi II, Chairuman Harahap. Namun, dia hanya mempersoalkan mengenai masalah teknis pengetikan. (republika.co.id, 29/3/2011)

Mereka Membantai anak Yatim Afghanistan Atas Nama Demokrasi

Kemarin, 21 Maret 2011, adalah Tahun Baru Afghanistan. Tahun baru membawa harapan baru untuk masa depan. Namun, setiap prospek harapan bagi awal yang baru tampaknya jauh dari pikiran ketiga gadis Afghanistan kecil, yang kini menjadi yatim setelah militer salibis Amerika menyerang rumah mereka.
 
Hal ini terjadi sebulan yang lalu, ketika pasukan kafir Amerika diduga telah mengejar Mujahidin Afghanistan. Ini adalah retorika khas pasukan AS setiap kali mereka memberikan alasan atas kerugian sipil. Tragedi ini terjadi di Timur Afghanistan di desa Kaikawoo, distrik Wazir Khoogiani.
 
Ketika roket AS mendarat di rumah ini, orang tua, dua putra dan dua putri kehilangan nyawa mereka. Sisa tiga anak perempuan berteriak tak terkendali atas kehilangan orang tua dan saudara kandungnya. Kini anak perempuan berusia 7 sampai 11 tahun, tinggal bersama paman mereka. Setiap malam mereka bangun berteriak menghidupkan kembali mimpi buruk yang sama, kehilangan seluruh keluarga mereka. Ini adalah tragedi Afghanistan dan karunia “demokrasi” oleh pasukan salibis Amerika Serikat dan NATO.
 
Ini adalah sekilas kekejaman yang dilakukan pasukan AS-NATO terhadap rakyat Afghanistan setiap hari. Pada sekitar periode yang sama, di Provinsi Kunar, dalam dua pemboman terpisah oleh pasukan AS, 65 warga sipil dan 9 anak-anak kehilangan nyawa mereka.
 
Dalam kasus pertama, 65 warga sipil menjadi sasaran dengan berbagai jenis senjata termasuk perangkat pembakar yang membakar banyak anak hingga mati. Ketika jendral Petraeus bertemu Presiden boneka Afghanistan Hamid Karzai, Petraeus mengatakan orang tua Afghanistan mungkin telah membakar anak-anak mereka sendiri sampai mati untuk menyalahkan pasukan AS, dilaporkan oleh The Washington Post:Jenderal David Petraaeus mengatakan di istana presiden Afghanistan bahwa  mungkin orang tua telah membakar anak-anak mereka sendiri untuk membesar-besarkan klaim korban sipil.
Demikian juga NATO mengklaim tidak ada korban sipil tunggal dari operasinya di Kunar.  NATO mengatakan bahwa warga desa pro-Taliban telah menciptakan cerita propaganda yang diambil oleh para politisi di Kabul yang bersemangat untuk membuktikan identitasnya nasionalis mereka.
 
Ini adalah semacam watak kebinatangan dan kurangnya perhatian terhadap martabat manusia yang dilakukan oleh hirarki atas nama angkatan bersenjata AS yang tidak terhormat yang terlihat setiap hari di tanah Afghanistan.
 
Tragedi kedua terjadi beberapa hari setelah pembantaian 65 warga sipil juga di Provinsi Kunar. Pada tanggal 1 Maret 2011, salibis AS-NATO menargetkan sepuluh anak usia 8-14. Sembilan anak-anak tewas dan satu terluka. Anak yang selamat menceritakan kejadian sebagai berikut:
 
Kami sudah hampir selesai mengumpulkan kayu di hutan ketika tiba-tiba kami melihat helikopter datang. Ada dua helikopter. Mereka melayang di atas kami, dan kami melihat flash hijau. Kemudian mereka kembali terbang tinggi, dan di babak kedua mereka melayang di atas kami dan mulai menembak. Mereka menembakkan roket yang menghantam sebuah pohon. Cabang-cabangnya menjatuhi saya dan pecahan peluru memukul tangan kanan saya dan kiri saya.
Helikopter apache ini memiliki target akuisisi melihat penunjukan (TADS). Bahkan, sistem ini memungkinkan pilot dengan kemampuan unmistaken untuk membedakan antara anak-anak mengumpulkan kayu bakar dan orang dewasa dengan senjata:
TADS menyediakan co-pilot/gunner dengan pencarian, kemampuan deteksi dan pandangan dengan cara optik pandangan langsung, TV atau sistem FLIR penampakan yang dapat digunakan secara terpisah atau dalam kombinasi sesuai dengan kondisi taktis, cuaca atau visibilitas.
 
Sumber lain secara tegas mengatakan efektivitas kemampuan Helikopter Apache visual dan deteksi yang akan ditetapkan dengan jelas memperlihatkan bahwa mereka adalah 10 anak pencari kayu bakar, dan memang adalah anak-anak tidak bersenjata.
 
Apache memiliki Target Akuisisi Penandaan Penglihatan (TADS) dan Pilot Night Vision Sensor (PNVS) yang memungkinkan kru untuk bernavigasi dan melakukan serangan presisi pada  malam hari dan kondisi cuaca buruk.
Taliban dan pemberontak lainnya tidak berasal dari Bulan. Mereka adalah kerabat para korban yang akan terus mengangkat senjata melawan pasukan salibis AS dan sekutunya yang menjajah Afghanistan.  (haninmazaya/syrftbks/arrahmah.com)


Baca Juga Situs JIhad dan informasi tambahan Republika Online.

I'dadun naas li tarhiibi qiyaamil khilafah

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | free samples without surveys